Viral Video Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan BNPB
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 05 Februari 2022 - 21:05 WIB
Tangkapan layar video dramatis erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)
Beberapa hari lalu beredar video dramatis yang memperlihatkan Gunung Anak Kratau mengalami erupsi pada hari Kamis hingga Jumat (4/2). Video tersebut kemudian viral di dunia maya seiring dengan pemberitaan dari beberapa media online.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung meluruskan pemberitaan terkait video dramatis erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut. Menurut BNPB, video tersebut merupakan dokumentasi erupsi Anak Krakatau pada tahun 2018.
Baca juga:Gunung Anak Krakatau Erupsi, Potensi Lontarkan Lava Pijar
"Perlu diluruskan bahwa video tersebut adalah dokumentasi erupsi Anak Krakatau tahun 2018 (setelah tsunami) yang diambil oleh personil Dishidros TNI-AL yang melakukan survey batimetri tanggal 25-30 Desember 2018 paska tsunami. BUKAN erupsi yang terjadi dari Kamis hingga Jumat (3-4/2-2022),"kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (5/2).
Lebih lanjut, BNPB mengimbau kepada masyarakat agar tidak meneruskan atau memforward video tersebut yang mengasumsikan seakan-akan kejadian erupsi saat ini. "Tetap waspada dengan memperhatikan informasi dari instansi yang berwenang dalam hal ini Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)," lanjut pernyataan BNPB.
Sebelumnya, PVMBG mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada hari ini dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.500 meter. PVMBG mencatat erupsi terjadi pada pukul mencatat erupsi terjadi pada pukul 09:43, 10:25, 10:28, 12:46, 13:00, 13:31, 13:41, 14:46 dan 17:07 WIB. Berdasarkan pemantauan visual PVMBG, terdapat indikasi bahwa erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik.
Baca juga:Menggali Pelajaran dari Erupsi Krakatau yang Picu Tsunami Tahun 1883 dan 2018
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung meluruskan pemberitaan terkait video dramatis erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut. Menurut BNPB, video tersebut merupakan dokumentasi erupsi Anak Krakatau pada tahun 2018.
Baca juga:Gunung Anak Krakatau Erupsi, Potensi Lontarkan Lava Pijar
"Perlu diluruskan bahwa video tersebut adalah dokumentasi erupsi Anak Krakatau tahun 2018 (setelah tsunami) yang diambil oleh personil Dishidros TNI-AL yang melakukan survey batimetri tanggal 25-30 Desember 2018 paska tsunami. BUKAN erupsi yang terjadi dari Kamis hingga Jumat (3-4/2-2022),"kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (5/2).
Lebih lanjut, BNPB mengimbau kepada masyarakat agar tidak meneruskan atau memforward video tersebut yang mengasumsikan seakan-akan kejadian erupsi saat ini. "Tetap waspada dengan memperhatikan informasi dari instansi yang berwenang dalam hal ini Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)," lanjut pernyataan BNPB.
Sebelumnya, PVMBG mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada hari ini dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.500 meter. PVMBG mencatat erupsi terjadi pada pukul mencatat erupsi terjadi pada pukul 09:43, 10:25, 10:28, 12:46, 13:00, 13:31, 13:41, 14:46 dan 17:07 WIB. Berdasarkan pemantauan visual PVMBG, terdapat indikasi bahwa erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik.
Baca juga:Menggali Pelajaran dari Erupsi Krakatau yang Picu Tsunami Tahun 1883 dan 2018
(asf)