home home & garden

Naik Turun Usaha Tanaman, Begini Curhatan Pemilik Haden Farm

Ahad, 25 Juli 2021 - 18:19 WIB
Ilustrasi bisnis tanaman di era pandemi Covid-19 yang menyulitkan keuangan masyarakat. Foto: Piixabay
Berkebun di rumah menjadi pilihan masyarakat untuk beraktivitas positif di tengah aturan pembatasan selama pandemi Covid-19. Hobi baru masyarakat sempat membuat produsen tanaman kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Pemilik usaha Haden Farm Haden Mulyono mengatakan, pada tahun lalu peminat tanaman hias melonjak drastis. Tidak hanya tanaman hias, permintaan tanaman buah dan sayur sempat meningkat.

Dia mengaku, saat itu usaha berkebun bersama kawan-kawannya menyentuh omzet 20–30 juta per bulan. Namun, kondisi sedemikian tidak sama seperti beberapa waktu terakhir.

"Ya kalau sekarang turun setengahnya ada. Ini dikarenakan, tidak hanya PPKM tapi tren tanaman yang berubah-ubah. Kayak dulu, musim janda bolong. Semuanya jual janda bolong," kata Haden saat dihubungiLangit7.id, Ahad (25/7/2021).

Selain tren berubah, kata dia, masyarakat sudah menetahui cara-cara pembibitan. Atas dasar itu pula, harga tanaman berangsur-angsur turun. Menurut pria yang sejak kecil hobi bertanam itu, saat ini keunikan dan kelangkaan jenis tertentu menjadi penentu harga.

"Kayak sekarang Aglonema sedang jadi tren. Harganya dimulai dari Rp100.000 hingga jutaan. Misalnya, kayak kemarinkan janda bolong yang warnanya bule. Semakin orang enggak punya jenis tanaman itu, maka harganya bisa mencapai puluhan juta," katanya.

Namun, meski tidak lagi musim bukan berarti tanaman-tanaman jenis tertentu sepi peminat. Haden menegaskan, tetap saja ada yang membeli. "Selama ibu-ibu rumah tangga masih menyukai tanaman hias, meski sudah bukan tren tetap ada yang mencari," ungkapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
berkebun pandemi home garden tanaman hias bisnis tanaman
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya