Saksi Keagungan Merapi: Tulang Hewan Ternak hingga Lembaran Al-Qur'an
Fajar adhitya
Senin, 07 Februari 2022 - 19:16 WIB
Lembaran Alquran yang terdapat di museum Merapi. Foto: Istimewa.
Museum Mini Sisa Hartaku layak dimasukkan dalam itinerary saat berwisata ke Yogyakarta. Saat berkunjung ke museum yang terletak di lereng Gunung Merapi, pengunjung akan dibawa menjelajah kenangan berbelut kesedihan sekaligus ketakjuban akan dahsyatnya erupsi Merapi pada 2010.
Museum ini pada awalnya merupakan rumah seorang warga bernama Sriyanto (Kimin), warga Dusun Petung RT 2 RW 5 yang mempunyai empat orang anak dan seorang istri. Pada 2010, saat erupsi terjadi, rumah itu dilewati aliran wedhus gembel, melelehkan benda-benda di dalamnya, termasuk hewan ternak.
Hari-hari setelah bencana alam berlalu, salah satu anggota keluarganya kemudian berinisiatifmengumpulkan sisa-sisa barang yang ada kemudian ditata kembali. Inisiatif ini seolah menyiratkan dan memberi pesan kepada siapapun yang datang bahwa manusia adalah makhluk yang lemah di hadapan kemahabesaran Allah SWT.
Baca Juga:Kedung Kayang, Wisata Air Terjun Tertinggi di Jawa Tengah
Di halaman depan museum terdapat sebuah batu yang bertuliskan: Dengan Anda melihat bekas sisa erupsi Merapi, maka renung/resapi arti hidup ini.
Pada bagian beranda rumah, terdapat diorama tulang belulang hewan ternak yang disusun ulang yang menggambarkan seekor sapi sedang berdiri. Bagi masyarakat Jawa, hewan ternak merupakan aset berharga dan invesatsi jangka panjang meskipun hanya satu dua ekor sapi.
Lebih dalam, ke bagian ruang utama, pengunjung akan diperlihatkan bermacam-macam perabotan rumah yang telah meleleh dan masih diselimuti abu wedus gembel. Selain perabotan, museum juga menyimpan berbagai dokumen penting keluarga, koleksi hobi seperti kaset dan alat musik.
Museum ini pada awalnya merupakan rumah seorang warga bernama Sriyanto (Kimin), warga Dusun Petung RT 2 RW 5 yang mempunyai empat orang anak dan seorang istri. Pada 2010, saat erupsi terjadi, rumah itu dilewati aliran wedhus gembel, melelehkan benda-benda di dalamnya, termasuk hewan ternak.
Hari-hari setelah bencana alam berlalu, salah satu anggota keluarganya kemudian berinisiatifmengumpulkan sisa-sisa barang yang ada kemudian ditata kembali. Inisiatif ini seolah menyiratkan dan memberi pesan kepada siapapun yang datang bahwa manusia adalah makhluk yang lemah di hadapan kemahabesaran Allah SWT.
Baca Juga:Kedung Kayang, Wisata Air Terjun Tertinggi di Jawa Tengah
Di halaman depan museum terdapat sebuah batu yang bertuliskan: Dengan Anda melihat bekas sisa erupsi Merapi, maka renung/resapi arti hidup ini.
Pada bagian beranda rumah, terdapat diorama tulang belulang hewan ternak yang disusun ulang yang menggambarkan seekor sapi sedang berdiri. Bagi masyarakat Jawa, hewan ternak merupakan aset berharga dan invesatsi jangka panjang meskipun hanya satu dua ekor sapi.
Lebih dalam, ke bagian ruang utama, pengunjung akan diperlihatkan bermacam-macam perabotan rumah yang telah meleleh dan masih diselimuti abu wedus gembel. Selain perabotan, museum juga menyimpan berbagai dokumen penting keluarga, koleksi hobi seperti kaset dan alat musik.