Shalat Malam dan Tahajud, Boleh Dikerjakan Tanpa Diawali Tidur
Fajar adhitya
Senin, 26 Juli 2021 - 04:25 WIB
Ilustrasi shalat malam. (Foto: Antara).
Ummat Muslim dianjurkan memperbanyak sujud, sebagian berpendapat makna 'sujud' berarti shalat. Selain ibadah rutin lima waktu, ada sejumlah shalat yang memiliki keutamaan besar, di antaranya Shalat Tahajud atau Qiyamul Lail, saat bulan Ramadhan dikenal Shalat Tarawih.
Shalat Tahajud memiliki keutaaan yang besar. Apalagi dikerjakan saat 1/3 malam, ketika manunsia sedang terlelap tidur, di antara dingin malam dan rasa kantuk yang teramat berat. Sejumlah tantangan inilah yang membuat Shalat Tahajud memiliki ganjaran luar biasa.
Dalam hadist dari Abu Hurairah, Rasullah mengatakan: "Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim).
Lalu haruskan tidur sebelum shalat malam?
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, tidak masalah orang mengerjakan shalat malam tanpa tidur. Meski afdolnya tetap harus tidur terlebih dahulu, sebagaimana sabda Rasulullah: "Afdolnya shalat malam adalah shalatnya Daud, karena dia tidur dulu lalu dia shalat." (HR Bukhari).
"Afdol. Tapi bukan berarti harus," kata Ustadz Khalid Basalamah dalam kutipan ceramahnya di Youtube.
Dia mengatakan, banyak sahabat di zaman Rasul saat peperangan menjaga perbatasan wilayah antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, mereka terjaga atau begadang, lalu shalat malam.
Shalat Tahajud memiliki keutaaan yang besar. Apalagi dikerjakan saat 1/3 malam, ketika manunsia sedang terlelap tidur, di antara dingin malam dan rasa kantuk yang teramat berat. Sejumlah tantangan inilah yang membuat Shalat Tahajud memiliki ganjaran luar biasa.
Dalam hadist dari Abu Hurairah, Rasullah mengatakan: "Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim).
Lalu haruskan tidur sebelum shalat malam?
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, tidak masalah orang mengerjakan shalat malam tanpa tidur. Meski afdolnya tetap harus tidur terlebih dahulu, sebagaimana sabda Rasulullah: "Afdolnya shalat malam adalah shalatnya Daud, karena dia tidur dulu lalu dia shalat." (HR Bukhari).
"Afdol. Tapi bukan berarti harus," kata Ustadz Khalid Basalamah dalam kutipan ceramahnya di Youtube.
Dia mengatakan, banyak sahabat di zaman Rasul saat peperangan menjaga perbatasan wilayah antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, mereka terjaga atau begadang, lalu shalat malam.