LANGIT7.ID, Jakarta - Ummat Muslim dianjurkan memperbanyak sujud, sebagian berpendapat makna 'sujud' berarti shalat. Selain ibadah rutin lima waktu, ada sejumlah shalat yang memiliki keutamaan besar, di antaranya Shalat Tahajud atau Qiyamul Lail, saat bulan Ramadhan dikenal Shalat Tarawih.
Shalat Tahajud memiliki keutaaan yang besar. Apalagi dikerjakan saat 1/3 malam, ketika manunsia sedang terlelap tidur, di antara dingin malam dan rasa kantuk yang teramat berat. Sejumlah tantangan inilah yang membuat Shalat Tahajud memiliki ganjaran luar biasa.
Dalam hadist dari Abu Hurairah, Rasullah mengatakan: "Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim).
Lalu haruskan tidur sebelum shalat malam?
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, tidak masalah orang mengerjakan shalat malam tanpa tidur. Meski afdolnya tetap harus tidur terlebih dahulu, sebagaimana sabda Rasulullah: "Afdolnya shalat malam adalah shalatnya Daud, karena dia tidur dulu lalu dia shalat." (HR Bukhari).
"Afdol. Tapi bukan berarti harus," kata Ustadz Khalid Basalamah dalam kutipan ceramahnya di Youtube.
Dia mengatakan, banyak sahabat di zaman Rasul saat peperangan menjaga perbatasan wilayah antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, mereka terjaga atau begadang, lalu shalat malam.
Sementara Ustadz Adi Hidyat membagi tiga waktu shalat malam. Pertama setelah ba'da Isya, bisa langsung melaksanakan shalat karena khawatir tidak bangun untuk bertahajud.
Kondisi lainnya, sedang begadang atau terjaga, misal saat shift malam, lalu ingin shalat ketika tengah malam. Kategori shalat ini disebut qiyamul lail. Hal ini sah-sah saja, meski tidak diawal tidur.
Sementara aktivitas ibadah shalat yang dikerjakan setelah tidur, disebut Shalat Tahajud. Umumnya shalat ini dikerjakan saat 1/3 malam, atau di atas pukul 01.00 dini hari hingga mendekati waktu Subuh.
"Berasal dari Tahajada menjadi Tahajud bila dikerjakan secara rutin," ujar Ustadz Adi Hidayat dalam kutipan ceramahnya.
(bal)