LANGIT7.ID, - Jakarta - Komika sekaligus publik figur
Pandji Pragiwaksono mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali berinteraksi dan belajar bersama
Khalid Basalamah.
Pengalaman tersebut ia bagikan ketika diminta menceritakan pertemuan perdananya dengan dai yang dikenal luas melalui ceramah-
ceramah keislamannya itu.
Dikutip dari akun Instagram @gazwah.tv, Sabtu (7/3/2026), Pandji menyoroti gaya penyampaian
Ustadz Khalid yang dinilai sangat menarik dan mampu menjaga perhatian audiens sejak awal hingga akhir penjelasan.
Baca juga: Tabayun ke MUI Terkait 'Mens Rea', Pandji Pragiwaksono Siap Berbenah DiriMenurutnya, cara Ustadz Khalid menyampaikan materi terasa sangat memikat. Ia menilai struktur penjelasan yang disampaikan tersusun dengan jelas, mulai dari pembukaan, pendalaman materi, hingga penutup yang memberikan kesimpulan yang kuat.
“Gaya dan cara beliau itu, istilah dalam bahasa Inggrisnya mungkin
engaging ya. Jadi ketika beliau menjelaskan itu, dalam naratifnya itu ngunci sekali. Dibukanya seperti apa, lalu dibahas pendalamannya seperti apa dan di ujungnya seperti apa. Itu membuat orang nyimak dan ngikutin,” ujar Pandji.
Ia juga mengaku cukup kagum dengan cara komunikasi tersebut. Bagi Pandji, kemampuan menyusun narasi yang runtut dan mudah dipahami menjadi salah satu kunci keberhasilan seorang pembicara dalam menyampaikan gagasan kepada publik.
“Jadi saya cukup kagum sih. Ini kali pertama saya berinteraksi dengan beliau dan sangat terkesan,” tambahnya.
Pandji sendiri dikenal sebagai salah satu figur publik yang terbuka terhadap berbagai diskusi lintas topik, termasuk isu sosial, budaya, hingga keagamaan.
Dalam pandangannya, metode penyampaian yang rapi, komunikatif, dan terstruktur merupakan kekuatan utama dalam menyampaikan ilmu kepada masyarakat luas.
Baca juga: Inayah Wahid Pasang Badan Bela Pandji Pragiwaksono Soal Komedi Isu Tambang NUDari belajar bersama Ustaz Khalid Basalamah, Pandji mengambil pelajaran penting yaitu Islam memiliki tuntunan yang sangat rinci, termasuk mengenai cara berinteraksi atau menegur seorang pemimpin.
Menurutnya, hal tersebut merupakan wawasan baru yang sebelumnya belum ia ketahui dan menjadi pengetahuan berharga yang akan ia pegang ke depan.
"Pelajaran terpenting yang saya dapat adalah bahwa agama pun saking detailnya Islam diajarkan bagaimana caranya berinteraksi atau menegur pemimpin. Itu sesuatu yang baru buat saya dan jadi wawasan yang akan saya pegang," tukasnya.
Pengalaman dari pertemuan tersebut menjadi momen menarik yang menunjukkan adanya ruang dialog yang hangat antara tokoh publik dan pendakwah.
Kesan positif yang disampaikan Pandji sekaligus memperlihatkan bagaimana pendekatan komunikasi yang baik dapat menjembatani berbagai kalangan dalam memahami pesan-pesan keislaman secara lebih terbuka dan objektif.
"Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar agama, kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena selalu ada guru yang bersedia untuk membuka ilmunya kepada orang-orang yang mungkin malu bahwa dia sudah jauh meninggalkan tapi punya kerinduan untuk putar balik," tutupnya.
Baca juga: Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Anak Muda NU dan Muhammadiyah Gegara Materi Mens Rea(est)