Inayah Wahid Pasang Badan Bela Pandji Pragiwaksono Soal Komedi Isu Tambang NU
tim langit 7Senin, 12 Januari 2026 - 13:16 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Kritik berbasis komedi mengenai keterlibatan Nahdlatul Ulama (NU) dalam konsesi tambang dinilai sebagai hal yang lumrah di lingkungan internal organisasi tersebut. Sekretaris Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU, Inayah Wulandari Wahid, menegaskan bahwa materi yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan "Mens Rea" merupakan cerminan fakta yang sudah menjadi konsumsi publik.
Inayah menyampaikan bahwa hingga saat ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak mengeluarkan sikap resmi yang mempersoalkan materi komedi Pandji. Ia bahkan mengaku sering melontarkan satire serupa terhadap organisasi.
"Saya sendiri udah berapa kali juga me-roasting PBNU untuk alasan yang sama, membuat joke tentang hal itu tapi sama Mas Rizky tidak dituntut saya juga bingung," ujar Inayah dalam keterangannya di KompasTV, dikutip Senin (12/1/2026).
Terkait langkah hukum yang diambil Rizki Abdul Rahman Wahid dari Presidium Angkatan Muda NU terhadap Pandji, Inayah menggarisbawahi bahwa tindakan tersebut merupakan inisiatif pribadi dan bukan representasi institusi. Ia mempertanyakan legitimasi wadah yang digunakan pelapor, mengingat nama organisasi tersebut tidak terdaftar secara resmi di struktur NU.
"Yang kedua, enggak ada yang namanya aliansi muda NU itu enggak ada, lembaga itu enggak ada di dalam NU sendiri itu enggak ada, jadi enggak tahu dia mewakili siapa," tegas putri Gus Dur tersebut.
Mengenai substansi penghinaan yang dituduhkan, Inayah menilai pernyataan Pandji sejatinya berpijak pada realitas mengenai kebijakan NU saat ini. Ia tidak melihat ada masalah dari sisi organisasi terkait narasi yang diangkat dalam komedi tersebut.
"Yang disebut menghina di bagian mana? Maksudnya begini faktanya itu kan NU menerima tambang gitu, jadi ya itu fakta yang diketahui oleh semua orang," katanya.
Inayah mempersilakan jika ada warga NU atau Nahdliyin yang merasa tersinggung secara personal, namun ia menegaskan kembali bahwa pelaporan tersebut tidak bisa diklaim sebagai suara kolektif organisasi.
"Mas Rizki bisa merasa terhina ya bisa aja sebagai Nahdliyin, dan Mas Rizki kemudian mau menuntut ya monggo aja tapi yang pasti tuntutan itu tidak mewakili Nahdliyin, dia tidak mewakili organisasi NU," jelas Inayah.
Menutup keterangannya, Inayah memastikan bahwa pihak pusat tidak merasa terganggu dengan materi tersebut. "Selain tidak mewakili lembaga yang bahkan suaranya PBNU dalam konteks ini enggak ada masalah dengan yang dibawakan Pandji," pungkasnya.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”