home global news

KH Cholil Nafis: Haji di Metaverse Tidak Sah!

Kamis, 10 Februari 2022 - 21:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Kerajaan Arab Saudi mulai merambah realitas virtual metaverse dalam mengembangkan layanan ibadah haji. Inisiatif bertajuk "Virtual Black Stone Initiative" memungkinkan umat Islam dan pengguna metaverse bisa melihat Hajr Aswad yang ada di salah satu sudut Ka'bah secara virtual sebagaimana aslinya.

"Inisiatif ini memungkinkan umat Islam untuk melihar Hajr Aswad secara virtual sebelum ziarah ke Mekah,” kata pejabat Saudi dalam sebuah pernyataan saat mengumumkan inisiatif tersebut dikutip Kamis (10/2/2022).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis menjelaskan, ritual ibadah haji tidak sah tanpa berziarah secara langsung ke Kota Suci Mekkah. Menurut dia, pelaksanaan haji di Metaverse adalah alam khayal dan fiksi di dunia maya.

Baca Juga:Metaverse dan Manajemen Human Capital

"Sedangkan perintah pelaksanaan haji harus dengan fisik di dunia nyata. Begitu juga ibadah umrah harus di alam nyata sebagaimana tuntunan Rasulullah. Sebab Ibadah haji itu sifatnya ta’abbudi dan tauqifi," kata Kiai Cholil kepada Langit7.id, Kamis (10/2/2022).

Penjelasan tentang sah atau tidaknya ibadah haji di Metaverse juga telah diunggah di akun media sosial pribadinya. Kiai Cholil memandang, proyek Ka’bah metaverse yang digagas dan diwujudkan Dinas Urusan Museum dan Pameran Arab Saudi bekerja sama dengan Universitas Umm Al-Qura itu tak lebih dari sekadar promosi wisata religi.

"Menurut rilis Arab Saudi ketika peluncurannya adalah agar umat muslim bisa mengalami bahkan merasa mencium Hajar Aswad secara virtual sebelum melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Jadi, peluncuran itu sebagai sarana promosi wisata religi dari pemerintahan Arab Saudi," kata Kiai Cholil.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
teknologi digital metaverse
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya