Kemendikbudristek dan EcoNusa Akan Bangkitkan Lagi Sekolah Adat di Papua
Muhajirin
Jum'at, 11 Februari 2022 - 10:29 WIB
Sekolah Adat di Papua (foto: beritapapua.id)
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi akan membangkitkan lagi sekolah-sekolah adat bersama EcoNusa di Papua Barat sebagai upaya pemajuan kebudayaan di Tanah Air.
"Yang jadi perhatian bersama yaitu penguatan sumber daya manusia. Dengan pengembalian tanah ke masyarakat, nah ini perlu juga kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang sudah ada dan berakar berbasis kebudayaan," kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sjamsul Hadi di acara Outlook EcoNusa 2022 secara hybrid yang diikuti di Jakarta, melansir Antara, Kamis (10/2/2022).
Menurut dia, ada beberapa hal yang menjadi perhatian Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan dalam upaya pemajuan kebudayaan, yakni berkaitan dengan pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, adat istiadat, ritus, tradisi lisan, seni budaya, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Ditjen Kebudayaan mengapresiasi upaya Bupati Sorong Johny Kamaru yang memberikan keberpihakan untuk kebudayaan, khususnya untuk masyarakat adat. Bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, ia mengatakan sudah mengunjungi Malaumkarta yang menjadi rumah masyarakat adat Moi di Kabupaten Sorong, Papua Barat, dan melihat ada beberapa hal yang memang perlu mendapatkan perhatian bersama.
"Semoga kita bisa hadir tahun ini dan tahun depan mendorong sekolah adat dan juga pemanfaatan hasil hutan yang ada di kawasan Malaumkarta," ujar dia.
Sjamsul juga mengapresiasi upaya Bupati Sorong mencabut sejumlah izin perusahaan yang belum memanfaatkan lahannya secara optimal dan mengembalikannya untuk dikelola masyarakat. Yang kemudian menjadi perhatian bersama yaitu penguatan sumber daya sehingga masyarakat siap memanfaatkan potensi yang ada dan berakar berbasis kebudayaan.
Bersama EcoNusa, ia mengatakan kiranya program tersebut dapat disinergikan, tidak hanya dengan Kemendikbudristek tapi juga kementerian lainnya.
"Yang jadi perhatian bersama yaitu penguatan sumber daya manusia. Dengan pengembalian tanah ke masyarakat, nah ini perlu juga kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang sudah ada dan berakar berbasis kebudayaan," kata Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sjamsul Hadi di acara Outlook EcoNusa 2022 secara hybrid yang diikuti di Jakarta, melansir Antara, Kamis (10/2/2022).
Menurut dia, ada beberapa hal yang menjadi perhatian Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan dalam upaya pemajuan kebudayaan, yakni berkaitan dengan pengetahuan tradisional, ekspresi budaya tradisional, adat istiadat, ritus, tradisi lisan, seni budaya, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Ditjen Kebudayaan mengapresiasi upaya Bupati Sorong Johny Kamaru yang memberikan keberpihakan untuk kebudayaan, khususnya untuk masyarakat adat. Bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, ia mengatakan sudah mengunjungi Malaumkarta yang menjadi rumah masyarakat adat Moi di Kabupaten Sorong, Papua Barat, dan melihat ada beberapa hal yang memang perlu mendapatkan perhatian bersama.
"Semoga kita bisa hadir tahun ini dan tahun depan mendorong sekolah adat dan juga pemanfaatan hasil hutan yang ada di kawasan Malaumkarta," ujar dia.
Sjamsul juga mengapresiasi upaya Bupati Sorong mencabut sejumlah izin perusahaan yang belum memanfaatkan lahannya secara optimal dan mengembalikannya untuk dikelola masyarakat. Yang kemudian menjadi perhatian bersama yaitu penguatan sumber daya sehingga masyarakat siap memanfaatkan potensi yang ada dan berakar berbasis kebudayaan.
Bersama EcoNusa, ia mengatakan kiranya program tersebut dapat disinergikan, tidak hanya dengan Kemendikbudristek tapi juga kementerian lainnya.