home global news

Literasi Keuangan Rendah sebabkan Banyak Korban

Sabtu, 12 Februari 2022 - 18:21 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, menilai kasus binary option salah satunya disebabkan oleh kurangnya literasi keuangan dan literasi digital masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga tergiur keuntungan besar dengan cara yang relatif instan, tanpa mempertimbangkan risikonya. Mereka hanya menebak naik atau turunnya sebuah aset.

"Ada dua sisi kenapa masyarakat kita mencoba-coba jenis investasi yang tidak sedikit ternyata ilegal. Sisi pertama dari sisi masyarakatnya yang ingin mendapatkan keuntungan secara kilat, namun tidak memiliki literasi digital dan keuangan yang kuat," ujar Nailul dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (12/2/2022), dikutip Antara.

Binary option merupakan salah satu bentuk trading online di mana para trader memprediksi atau menebak naik turunnya harga sebuah aset pada jangka waktu tertentu.

Dia menjelaskan, masyarakat yang memiliki literasi keuangan dan digital yang rendah menjadi sasaran empuk para penjaja investasi bodong itu. Indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia saat ini baru sebesar 38,03 persen dan indeks literasi digital Indonesia berada di level 3,49 pada 2021.

"Literasi digital kita terhitung masih buruk yang dapat dilihat dari semakin maraknya kasus pencurian data digital hingga penipuan online. Literasi keuangan juga masih sangat rendah," kata pakar ekonomi digital ini.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia Tenggara, indeks literasi keuangan dan digital masyarakat Indonesia masih jauh lebih rendah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
keuangan aplikasi keuangan keuangan digital indef binomo
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya