Kopra, Komoditas Andalan Masyarakat Maluku Utara
Hasanah syakim
Ahad, 13 Februari 2022 - 23:20 WIB
Kelapa putih yang dikeringkan (foto: instagram/ kopraputih)
Maluku Utara menjadi salah satu penghasil kopra terbesar di Indonesia. Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan hingga menghasilkan minyak. Kopra merupakan komoditas ekspor unggulan dari wilayah tersebut.
Meski keberadaannya hampir tergeser dengan keberadaan sawit, sedari dulu kopra menjadi sumber kehidupan bagi masyrakat di Provinsi Maluku.
Pada tahun 2021 Badan Pusat Statistik memperkirakan luas area tanaman kelapa di Maluku Utara mencapai 200,692 hektar yang seluruhnya perkebunan milik rakyat, dengan total produksi sebesar 232.207 ton sehingga masyarakat Maluku Utara secara turun-temurun mengelola kelapa menjadi kopra berkualitas.
Baca juga:Potensi Bisnis Kelinci Hias, Jangkau Pasar Ekspor
Sayangnya, di beberapa wilayah di Maluku Utara lahan-lahan yang digunakan sebagai kebun kelapa telah banyak yang rusak dan beralih fungsi, seperti yang terjadi di wilayah Gane, Halmahera Selatan.
Alhasil banyak petani kopra yang kehilangan mata pencaharian karena kebun kelapa mereka berubah menjadi kebun kelapa sawit milik perusahaan investasi.
Kopra bernilai ekonomis tinggi karena menjadi bahan utama untuk menghasilkan minyak kelapa mentah, dan produk turunan lainnya seperti untuk membuat margarin, minyak goreng, deterjen dan lainnya.
Meski keberadaannya hampir tergeser dengan keberadaan sawit, sedari dulu kopra menjadi sumber kehidupan bagi masyrakat di Provinsi Maluku.
Pada tahun 2021 Badan Pusat Statistik memperkirakan luas area tanaman kelapa di Maluku Utara mencapai 200,692 hektar yang seluruhnya perkebunan milik rakyat, dengan total produksi sebesar 232.207 ton sehingga masyarakat Maluku Utara secara turun-temurun mengelola kelapa menjadi kopra berkualitas.
Baca juga:Potensi Bisnis Kelinci Hias, Jangkau Pasar Ekspor
Sayangnya, di beberapa wilayah di Maluku Utara lahan-lahan yang digunakan sebagai kebun kelapa telah banyak yang rusak dan beralih fungsi, seperti yang terjadi di wilayah Gane, Halmahera Selatan.
Alhasil banyak petani kopra yang kehilangan mata pencaharian karena kebun kelapa mereka berubah menjadi kebun kelapa sawit milik perusahaan investasi.
Kopra bernilai ekonomis tinggi karena menjadi bahan utama untuk menghasilkan minyak kelapa mentah, dan produk turunan lainnya seperti untuk membuat margarin, minyak goreng, deterjen dan lainnya.