Kreatif, Pesantren Al-Muchtar Bekasi Luncurkan Nasyid
Muhajirin
Senin, 14 Februari 2022 - 10:54 WIB
Salah satu adegan di video klip nasyid Inikah Jalanku (foto: tangkapan layar YouTube Pesantren Al-Muchtar)
Pondok Pesantren Al-Muchtar, yang terletak di daerah Perwira, Bekasi Utara, meluncurkan sebuah lagu nasyid berjudul "Inilah Jalanku". Lagu ini mengingatkan para orang tua dan santri akan hakikat serta tujuan untuk mondok.
Mengutip deskripsi lagu di laman YouTube resmi Pesantren Al-Muchtar, nasyid tersebut menceritakan kehidupan para santri yang sedang menempuh jenjang pendidikan di pondok pesantren.
Berlandaskan sistem pendidikan pesantren, para santri dibimbing belajar menghayati pesan-pesan moral kehidupan. Lalu, ada sosok kiai berperan penting menerjemahkan dan mengemas pesan tersebut ke setiap kegiatan serta peraturan yang ada di pondok.
Secara tidak langsung, kegiatan-kegiatan yang ada di pondok mendidik santri untuk mandiri dalam melakukan segala sesuatu. Kegiatan-kegiatan itu juga menuntun mereka berani memulai kebaikan-kebaikan baru dan mengayomi mereka untuk saling berbagi satu sama lain.
Memang, tak semua santri bisa langsung menerjemahkan nilai-nilai yang telah ditanamkan pondok. Tapi, pengasuh pesantren selalu berharap agar di kemudian hari para santri memahami sedikit demi sedikit nilai-nilai tersebut.
Ustadz Abdul Qohir, pencipta nasyid menjelaskan, nasyid itu juga mengingatkan masyarakat, pesantren tidak menghambat perkembangan ilmu, sosial, dan mental, serta menghambat kebahagiaan masa muda.
Nasyid itu bertujuan mengenalkan publik pada kegiatan-kegiatan positif yang ada di pondok pesantren. Walau santri tidak diperbolehkan memegang handphone dan alat elektronik lainnya, mereka tetap bisa bahagia dengan bimbingan rohani, jasmani, dan intelektual dari kiai dan guru-guru pembimbing.
Mengutip deskripsi lagu di laman YouTube resmi Pesantren Al-Muchtar, nasyid tersebut menceritakan kehidupan para santri yang sedang menempuh jenjang pendidikan di pondok pesantren.
Berlandaskan sistem pendidikan pesantren, para santri dibimbing belajar menghayati pesan-pesan moral kehidupan. Lalu, ada sosok kiai berperan penting menerjemahkan dan mengemas pesan tersebut ke setiap kegiatan serta peraturan yang ada di pondok.
Secara tidak langsung, kegiatan-kegiatan yang ada di pondok mendidik santri untuk mandiri dalam melakukan segala sesuatu. Kegiatan-kegiatan itu juga menuntun mereka berani memulai kebaikan-kebaikan baru dan mengayomi mereka untuk saling berbagi satu sama lain.
Memang, tak semua santri bisa langsung menerjemahkan nilai-nilai yang telah ditanamkan pondok. Tapi, pengasuh pesantren selalu berharap agar di kemudian hari para santri memahami sedikit demi sedikit nilai-nilai tersebut.
Ustadz Abdul Qohir, pencipta nasyid menjelaskan, nasyid itu juga mengingatkan masyarakat, pesantren tidak menghambat perkembangan ilmu, sosial, dan mental, serta menghambat kebahagiaan masa muda.
Nasyid itu bertujuan mengenalkan publik pada kegiatan-kegiatan positif yang ada di pondok pesantren. Walau santri tidak diperbolehkan memegang handphone dan alat elektronik lainnya, mereka tetap bisa bahagia dengan bimbingan rohani, jasmani, dan intelektual dari kiai dan guru-guru pembimbing.