3 Kunci Utama yang Buat Indonesia PeDe di Depan Dunia, Begini Kata Gubernur BI
Mahmuda attar hussein
Rabu, 16 Februari 2022 - 12:10 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Istimewa).
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyakini normalisasi dan tren positif pemulihan ekonomi akibat krisis pandemi Covid-19 bakal terus berlanjut.
Dia menyebutkan, terdapat tiga kunci utama dalam menyambut normalisasi dan menghadapi risiko penyertanya. Pertama, dalam mendorong normalisasi, pihaknya bakal menguatkan kebutuhan normalisasi agar dapat terkolaborasi, terencana, dan terkomunikasikan dengan baik.
"Tidak hanya berfokus pada pemulihan ekonomi untuk mendorong normalisasi, tapi kami juga siap memitigasi risiko yang ada," ujarnya di Side Event Presidensi G20 Indonesia, Rabu (16/2/2022).
Baca Juga:Ini Agenda Pembahasan Sektor Keuangan Indonesia di Presidensi G20
Kedua, menguatkan makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Ketiga, menghadapi risiko normalisasi dan mengatur keuangan bilateral untuk mendorong stabilitas perkenomian daerah.
"Kami telah melihat pemulihan ekonomi di tingkat global, sehingga untuk menciptakan kestabilan, kita juga perlu memperhatikan dan meminimalisasi risikonya," kata dia.
Sebab kebijakan normalisasi untuk mendorong pemulihan ekonomi juga membawa dampak risiko yang perlu ditangani. Seperti Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang menaikkan suku bunga.
Dia menyebutkan, terdapat tiga kunci utama dalam menyambut normalisasi dan menghadapi risiko penyertanya. Pertama, dalam mendorong normalisasi, pihaknya bakal menguatkan kebutuhan normalisasi agar dapat terkolaborasi, terencana, dan terkomunikasikan dengan baik.
"Tidak hanya berfokus pada pemulihan ekonomi untuk mendorong normalisasi, tapi kami juga siap memitigasi risiko yang ada," ujarnya di Side Event Presidensi G20 Indonesia, Rabu (16/2/2022).
Baca Juga:Ini Agenda Pembahasan Sektor Keuangan Indonesia di Presidensi G20
Kedua, menguatkan makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Ketiga, menghadapi risiko normalisasi dan mengatur keuangan bilateral untuk mendorong stabilitas perkenomian daerah.
"Kami telah melihat pemulihan ekonomi di tingkat global, sehingga untuk menciptakan kestabilan, kita juga perlu memperhatikan dan meminimalisasi risikonya," kata dia.
Sebab kebijakan normalisasi untuk mendorong pemulihan ekonomi juga membawa dampak risiko yang perlu ditangani. Seperti Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang menaikkan suku bunga.