Muhammadiyah: Keluarga, Benteng Penularan Covid-19 pada Anak
Muhajirin
Rabu, 16 Februari 2022 - 22:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kesehatan, dr. Agus Taufiqurrahman, menyebut bahwa kluster keluarga menjadi yang tertinggi dalam penularan Covid-19 daripada kluster-kluster yang lain.
Keluarga harus bisa menjadi benteng pencegahan penularan Covid-19 pada anak. Sebab, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari Januari ke Februari 2022 ini, kasus Covid-19 kepada anak naik 10 kali lipat atau 1000 persen lebih.
Anak merupakan kelompok rentan yang dapat terinfeksi Covid-19. Banyak dari mereka yang tidak menunjukkan gejala atau bergejala ringan seperti demam, kelelahan, dan batuk. Oleh karena itu, anak yang terkonfirmasi positif harus menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mencegah penularan.
“Maka peran keluarga di sini, 8 fungsi ini menjadi penting untuk pencegahan covid-19 khususnya varian omicron ini,” tutur dr. Agus mengutip Peraturan Pemerintah RI No 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera.
Fungsi-fungsi tersebut di antaranya yang pertama adalah keagamaan. Menurutnya, fungsi keagamaan bukan sekedar membangun semangat beribadah di keluarga, melainkan juga pemahaman keagamaan yang benar terhadap pandemi Covid-19.
Sebab kerap terjadi, karena pandangan keagamaan yang salah terhadap pandemi ini, keluarga salah dalam merespon Covid-19 termasuk merespon vaksin.
“Tidak ada agama yang kemudian membolehkan penganutnya itu mengikuti jejak fatalis. Semuanya menghendaki ikhtiar, menghendaki usaha, karena Tuhan akan memberikan jalan bagi hambanya yang sungguh-sungguh,” ucapnya.
Keluarga harus bisa menjadi benteng pencegahan penularan Covid-19 pada anak. Sebab, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari Januari ke Februari 2022 ini, kasus Covid-19 kepada anak naik 10 kali lipat atau 1000 persen lebih.
Anak merupakan kelompok rentan yang dapat terinfeksi Covid-19. Banyak dari mereka yang tidak menunjukkan gejala atau bergejala ringan seperti demam, kelelahan, dan batuk. Oleh karena itu, anak yang terkonfirmasi positif harus menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mencegah penularan.
“Maka peran keluarga di sini, 8 fungsi ini menjadi penting untuk pencegahan covid-19 khususnya varian omicron ini,” tutur dr. Agus mengutip Peraturan Pemerintah RI No 21 Tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera.
Fungsi-fungsi tersebut di antaranya yang pertama adalah keagamaan. Menurutnya, fungsi keagamaan bukan sekedar membangun semangat beribadah di keluarga, melainkan juga pemahaman keagamaan yang benar terhadap pandemi Covid-19.
Sebab kerap terjadi, karena pandangan keagamaan yang salah terhadap pandemi ini, keluarga salah dalam merespon Covid-19 termasuk merespon vaksin.
“Tidak ada agama yang kemudian membolehkan penganutnya itu mengikuti jejak fatalis. Semuanya menghendaki ikhtiar, menghendaki usaha, karena Tuhan akan memberikan jalan bagi hambanya yang sungguh-sungguh,” ucapnya.