Pasien Wanita dengan HIV Sembuh setelah Jalani Transplantasi Sel Induk
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 16 Februari 2022 - 20:08 WIB
Ilustrasi sampel stem cell. Foto: LANGIT7/iStock
Seorang pasien dengan leukemia di Amerika Serikat telah menjadi wanita pertama dan orang ketiga yang sembuh dari HIV setelah menerima transplantasi sel induk.
Kasus tersebut merupakan yang pertama menggunakan darah tali pusat untuk mengobati leukemia myeloid akut. Sejak menerima darah tali pusat, wanita paruh baya dengan ras campuran tersebut mengalami remisi dan bebas HIV selama 14 bulan, tanpa memerlukan terapi antiretroviral.
Baca juga: Lagi Tren, Bolehkah Transplantasi Rambut dalam Islam?
“Ini adalah laporan ketiga dari penyembuhan di rangkaian ini, dan yang pertama pada wanita yang hidup dengan HIV,” kata Sharon Lewin, presiden terpilih dari International AIDS Society, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Aljazeera, Rabu (16/2/2022).
Dua kasus sebelumnya terjadi pada laki-laki, satu kulit putih dan satu Latin yang menerima sel induk dewasa. Menurut para peneliti, cara baru ini dapat membuat pengobatan tersedia untuk lebih banyak orang.
Kasus ini merupakan bagian penelitian dari University of California, Los Angeles, dan John Hopkins University di Baltimore. Penelitian ini melibatkan 25 orang dengan HIV yang menjalani transplantasi sel induk untuk pengobatan kanker dan kondisi serius lainnya.
Pasien dalam percobaan pertama menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kekebalan kanker. Kemudian menerima transplantasi sel induk dari individu dengan mutasi genetik tertentu, di mana mereka kekurangan reseptor yang digunakan oleh virus untuk menginfeksi sel.
Kasus tersebut merupakan yang pertama menggunakan darah tali pusat untuk mengobati leukemia myeloid akut. Sejak menerima darah tali pusat, wanita paruh baya dengan ras campuran tersebut mengalami remisi dan bebas HIV selama 14 bulan, tanpa memerlukan terapi antiretroviral.
Baca juga: Lagi Tren, Bolehkah Transplantasi Rambut dalam Islam?
“Ini adalah laporan ketiga dari penyembuhan di rangkaian ini, dan yang pertama pada wanita yang hidup dengan HIV,” kata Sharon Lewin, presiden terpilih dari International AIDS Society, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Aljazeera, Rabu (16/2/2022).
Dua kasus sebelumnya terjadi pada laki-laki, satu kulit putih dan satu Latin yang menerima sel induk dewasa. Menurut para peneliti, cara baru ini dapat membuat pengobatan tersedia untuk lebih banyak orang.
Kasus ini merupakan bagian penelitian dari University of California, Los Angeles, dan John Hopkins University di Baltimore. Penelitian ini melibatkan 25 orang dengan HIV yang menjalani transplantasi sel induk untuk pengobatan kanker dan kondisi serius lainnya.
Pasien dalam percobaan pertama menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kekebalan kanker. Kemudian menerima transplantasi sel induk dari individu dengan mutasi genetik tertentu, di mana mereka kekurangan reseptor yang digunakan oleh virus untuk menginfeksi sel.