alexametrics
kalender Rabu, 19 Januari 2022
home lifestyle muslim detail berita
Lagi Tren, Bolehkah Transplantasi Rambut dalam Islam?
Fifiyanti Abdurahman Rabu, 12 Januari 2022 - 16:27 WIB
Lagi Tren, Bolehkah Transplantasi Rambut dalam Islam?
Ilustrasi transplantasi rambut. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Transplantasi rambut atau proses penanaman rambut pada kulit kepala kini jadi trend baru di Indonesia. Banyak selebritis muslim Tanah Air melakukannya. Lantas, bagaimana Islam memandang tren transplantasi rambut? Apakah diperbolehkan?

Komisi Dakwah MUI Pusat Yati Priyati mengatakan transplantasi rambut jika digunakan dengan niat baik maka hukumnya mubah atau boleh.

Baca juga: 4 Artis Lakukan Transplantasi Rambut, Mantu dan Mertua Ikut Ubah Penampilan

"Jika dia merasa bahwa saya itu rusak, ingin memperbaiki sesuatu yang rusak dalam tubuh, upayakan berikhtiar dengan baik maka hukumnya mubah artinya boleh" katanya ketika dihubungi Langit7, Selasa (11/1/22).

Sebaliknya, jika transplantasi dilakukan dengan membawa hal buruk yang membuat kerusakan atau kerugian bagi jiwa seperti mengikuti tren, maka hukumnya haram.

"Bagaimana diawal tadi saya katakan, dia akan menjadi sesuatu yang dibolehkan ketika dalam prakteknya tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan syari'at, yaitu dalam hal ini kalau transplantasi ini tentunya adalah aturan keselamatan jiwa," ucapnya.

Ustadzah Yati mengatakan Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tidak boleh melakukan perbuatan yang bisa membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain." (HR Ibnu Majah, No 2340 dan 2341).

Transplantasi rambut dilakukan di kulit kepala sendiri, rambut sendiri, hanya prosesnya ditanam. Konsepnya, menutupi sesuatu yang rusak dengan memperbaikinya menjadi lebih indah. Hal tersebut sah dilakukan, karena Allah SWT itu indah dan Dia mencintai keindahan.

Kemudian, apakah dengan melakukan hal tersebut berarti mengubah takdir? Ustadzah Yati mengatakan takdir manusia terbagi menjadi dua, yakni takdir mubram dan takdir muallaq.

"Takdir muallaq adalah takdir yang manusia punya kekuatan untuk melakukan ikhtiar. Sementara, mubram merupakan sesuatu yang mutlak, sudah ditetapkan kepada Allah untuk selamanya. Takdir memiliki rambut rontok dan botak sudah ditetapkan oleh Allah SWT, namun itu bukan takdir mubram," jelasnya.

Menurut dia, orang-orang yang melakukan transplantasi itu merupakan orang yang mengalami kerusakan pada mahkotanya atau rambutnya. Kemudian, ingin menumbuhkannya bukan mengubahnya.

"Allah SWT melaknat orang-orang atau perempuan-perempuan yang sudah dicukupkan oleh Allah SWT nikmat yang ada, kemudian dia menambahnya, menghilangkannya, atau mengganti dengan yang baru, ini yang disebut kufur nikmat," katanya.

Ia mengatakan sebaiknya transplantasi rambut dilakukan menggunakan cara-cara alami. Sebab bagaimanapun, operasi transplantasi rambut memiliki risiko sendiri.

"Kerusakan, maupun kerontokan, upayakan ikhtiarkan dengan jalan yang lain, seperti cara-cara herbal, pola hidup sehat dan banyakin dekatkan diri pada Allah SWT. Jadi selagi masih bisa, ikhtiar yang alami," kata Ustadzah Yati.

Baca juga: Manfaat Mandi Air Dingin, Mulai dari Menyehatkan Rambut hingga Redakan Depresi

Berbeda dengan operasi transplantasi rambut yang memiliki risiko dari segi biaya yang tidak sedikit. Selain itu juga proses penyembuhan transplantasi ini bukan hal yang mudah, jadi butuh perhatian yang sangat ekstra dan tidak semua orang mampu melakoni hal tersebut.

"Sekiranya masih ada upaya yang lebih ringan, yang bagi kita tidak merepotkan. Insyah allah dengan kita berikhtiar, kita mampu mengatasinya," tutupnya.
(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 19 Januari 2022
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
12:07
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:5 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَخْفٰى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ
Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit.