Rajin Bersedekah Kunci Ummul Mukminin Khadijah Sukses Berdagang
Mahmuda attar hussein
Senin, 26 Juli 2021 - 12:16 WIB
Ilustrasi kisah sukses berdagang yang dincontohkan Ummul Mukminin Khadijah. Foto: Langit7/antara
LANGIT7.ID, Jakarta – Jika sebelumnya kita sudah mengetahui perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang ulung. Kali ini, kisah pebisnis andal datang dari sosok wanita muslim pertama, Khadijah binti Khuwailid. Seorang istri dan sekaligus ibu yang menjadi panutan wanita muslim seluruh dunia hingga saat ini.
Sebelum dikenal sebagai Ummul Mukminin (ibu dari orang mukmin) dan istri Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwailid sudah dikenal sejak zaman Arab jahiliyah sebagai pebisinis yang andal. Saking suksesnya, barang dagangan Khadijah pun diketahui melebihi para pedagang Quraisy di zamannya.
Lahir dari keturunan bangsawan Quraisy, Khadijah dididik dengan budi pekerti mulia dan terhormat. Sehingga tumbuh dengan karakter kuat, cerdas, dan menjaga kehormatannya.
Dilansir muslimahdaily.com, keseharian Khadijah berkutat dalam dunia bisnis perdagangan. Khadijah tidak terjun langsung dalam urusan dagang, melainkan menjalin kerjasama dengan kafilah dagang, sementara ia bernegosiasi dengan orang-orang penting demi mengembangkan bisnisnya.
Darah pebisnis yang mengalir di dalam dirinya, berasal dari ayahnya Khuwailid bin Asad yang juga merupakan pengusaha sukses dan dermawan. Sehingga ia memiliki pengetahuan seluk-beluk dagang hingga memperoleh kesuksesan bisnis dari ayahnya.
Kesuksesan dalam berdagang ini tidak lepas dari kepiawaian Khadijah dalam mengelola barang dagangnya. Dilansir dream.co.id, prinsip yang dianut Khadijah ialah selalu menjadi pebisnis yang didasari oleh kejujuran, amanah, dan akhlak yang mulia.
Kunci kesuksesannya ialah bersedekah. Kebiasaan baik ini sudah beliau lakukan sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul di usianya yang ke-40. Ia senantiasa memberi kepada mereka yang membutuhkan, menjadikan sosok Khadijah memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Sebelum dikenal sebagai Ummul Mukminin (ibu dari orang mukmin) dan istri Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwailid sudah dikenal sejak zaman Arab jahiliyah sebagai pebisinis yang andal. Saking suksesnya, barang dagangan Khadijah pun diketahui melebihi para pedagang Quraisy di zamannya.
Lahir dari keturunan bangsawan Quraisy, Khadijah dididik dengan budi pekerti mulia dan terhormat. Sehingga tumbuh dengan karakter kuat, cerdas, dan menjaga kehormatannya.
Dilansir muslimahdaily.com, keseharian Khadijah berkutat dalam dunia bisnis perdagangan. Khadijah tidak terjun langsung dalam urusan dagang, melainkan menjalin kerjasama dengan kafilah dagang, sementara ia bernegosiasi dengan orang-orang penting demi mengembangkan bisnisnya.
Darah pebisnis yang mengalir di dalam dirinya, berasal dari ayahnya Khuwailid bin Asad yang juga merupakan pengusaha sukses dan dermawan. Sehingga ia memiliki pengetahuan seluk-beluk dagang hingga memperoleh kesuksesan bisnis dari ayahnya.
Kesuksesan dalam berdagang ini tidak lepas dari kepiawaian Khadijah dalam mengelola barang dagangnya. Dilansir dream.co.id, prinsip yang dianut Khadijah ialah selalu menjadi pebisnis yang didasari oleh kejujuran, amanah, dan akhlak yang mulia.
Kunci kesuksesannya ialah bersedekah. Kebiasaan baik ini sudah beliau lakukan sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul di usianya yang ke-40. Ia senantiasa memberi kepada mereka yang membutuhkan, menjadikan sosok Khadijah memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.