Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Rajin Bersedekah Kunci Ummul Mukminin Khadijah Sukses Berdagang

mahmuda attar hussein Senin, 26 Juli 2021 - 12:16 WIB
Rajin Bersedekah Kunci Ummul Mukminin Khadijah Sukses Berdagang
Ilustrasi kisah sukses berdagang yang dincontohkan Ummul Mukminin Khadijah. Foto: Langit7/antara
LANGIT7.ID, Jakarta - LANGIT7.ID, Jakarta – Jika sebelumnya kita sudah mengetahui perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang ulung. Kali ini, kisah pebisnis andal datang dari sosok wanita muslim pertama, Khadijah binti Khuwailid. Seorang istri dan sekaligus ibu yang menjadi panutan wanita muslim seluruh dunia hingga saat ini.

Sebelum dikenal sebagai Ummul Mukminin (ibu dari orang mukmin) dan istri Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwailid sudah dikenal sejak zaman Arab jahiliyah sebagai pebisinis yang andal. Saking suksesnya, barang dagangan Khadijah pun diketahui melebihi para pedagang Quraisy di zamannya.

Lahir dari keturunan bangsawan Quraisy, Khadijah dididik dengan budi pekerti mulia dan terhormat. Sehingga tumbuh dengan karakter kuat, cerdas, dan menjaga kehormatannya.

Dilansir muslimahdaily.com, keseharian Khadijah berkutat dalam dunia bisnis perdagangan. Khadijah tidak terjun langsung dalam urusan dagang, melainkan menjalin kerjasama dengan kafilah dagang, sementara ia bernegosiasi dengan orang-orang penting demi mengembangkan bisnisnya.

Darah pebisnis yang mengalir di dalam dirinya, berasal dari ayahnya Khuwailid bin Asad yang juga merupakan pengusaha sukses dan dermawan. Sehingga ia memiliki pengetahuan seluk-beluk dagang hingga memperoleh kesuksesan bisnis dari ayahnya.

Kesuksesan dalam berdagang ini tidak lepas dari kepiawaian Khadijah dalam mengelola barang dagangnya. Dilansir dream.co.id, prinsip yang dianut Khadijah ialah selalu menjadi pebisnis yang didasari oleh kejujuran, amanah, dan akhlak yang mulia.

Kunci kesuksesannya ialah bersedekah. Kebiasaan baik ini sudah beliau lakukan sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul di usianya yang ke-40. Ia senantiasa memberi kepada mereka yang membutuhkan, menjadikan sosok Khadijah memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Sebelum menjadi istri pertama dari Rasulullah SAW, Khadijah diketahui telah menjanda dua kali dari perkawinan sebelumnya dengan Athiq bin Abid dan Nabasyi bin Malik yang keduanya telah meninggal dunia lebih dulu.

Dijuluki At-Thahirah atau wanita suci, Khadijah yang diketahui memiliki kekayaan berlimpah dari kesuksesannya. Ia selalu menjaga kehormatannya bahkan setelah menjanda, termasuk kehormatan diri dan bisnisnya.

Pada masa itu, Khadijah juga dikenal sering membantu orang yang mengalami kesulitan. Ia kerap kali memberikan bantuan kepada orang tidak mampu, seperti urusan makan dan pakaian mereka.

Selama hidup sebagai orang tua tunggal, banyak orang Arab Quraisy yang berniat untuk mempersuntingnya. Namun, Khadijah tetap menjaga kehormatannya, sampai ia menikah dengan Rasulullah yang kala itu berusia 25 tahun, terpaut 15 tahun dengannya.

Setelah menjadi istri dan peristiwa diangkatnya Muhammad menjadi Rasulullah, ia senantiasa mengikuti ajarannya. Bahkan harta kekayaannya pun ia perjuangkan di jalan Allah demi kebutuhan ummat Islam kala itu.

Dilansir fimela.com, dalam kita Al-Busyro dikatakan, harta kekayaan Khadijah habis untuk keperluan penyebaran dakwah dan kebutuhan ummat Islam dalam perkembangannya saat itu. Bahkan hingga ia tidak memiliki selembar kain kafan untuknya sebagai persiapan kematian.

Khadijah dikisahkan, meminta selembar kain sorban milik Rasulullah SAW sebagai kain kafannya nanti. Namun, sebelum sorban itu digunakan, Khadijah menerima kain kafan yang dikirim oleh malaikat Jibril untuknya.

Pernikahan keduanya berlangsung selama 25 tahun, hingga akhirnya Khadijah binti Khuwailid wafat pada usia 65 tahun, tepatnya tiga tahun sebelum hijrahnya Rasulullah ke Madinah.

Kisah Khadijah binti Khuwailid ini tidak bisa terlepas dalam ingatan. Perjuangannya di awal penyebaran agama Islam menjadikan ia sebagai sosok inspiratif sekaligus Ummul Mukminin. Di mana ia rela mengorbankan seluru harta kekayaan yang dimilikinya demi kepentingan ummat Islam.

Dilansir muslimah.or.id, Bahkan Rasulullah SAW berpesan untuk bisa seperti Khadijah binti Khuwailid sebagai suri tauladan, dalam sabdanya:

Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Muhammad, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah istri Firaun.” (HR. Hakim 4853 dan dinilai ad-Dzahabi: shahih sesuai syarat Muslim).

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)