home edukasi & pesantren

Mengambil Pelajaran dari Perilaku Jujur Orang Mandar

Senin, 26 Juli 2021 - 13:12 WIB
Ilustrasi tentang kejujuran orang-orang Mandar yang diwakili mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa. Foto: pixabay
Hampir tidak ada yang tahu celah negatif seorang alm. Prof. Baharuddin Lopa, mantan Menteri Kehakiman era Presiden Abdurrahnan Wahid. Sebaliknya yang banyak adalah kita ketahui dari berbagai literatur tentang kejujuran dan keberanian beliau. Juga keseriusan dan kesederhanaannya.

Suatu ketika, seorang wartawan pernah bertanya kepada almarhum. Mengapa begitu jujur dan berani? Singkat saja jawabannya saat itu : "karena saya orang Mandar"!

Siapa orang Mandar itu? Dalam satu kesempatan, mantan Camat Sendana Majene, Irhamnia Muis Mandra, mengatakan bahwa yang dimaksud dengan orang Mandar adalah orang yang sudah pernah tinggal di tanah Mandar, makan makanan orang Mandar, dan meminum airnya dari Mandar, maka itu berhak mengaku sebagai orang Mandar.

Tetapi tidak berhenti sampai di situ. Orang Mandar adalah orang jujur dan berani dalam kebenaran, menghormati nilai-nilai budaya, kesopanan dan pengalaman ajaran-ajaran agama Islam. Jadi sesungguhnya inilah ciri khas orang Mandar yang dapat membedakannya dengan orang lain dari budaya yang berbeda.

Tentang kejujuran orang Mandar, ada tiga kasus yang akan saya utarakan di sini. Baik yang tidak terkait dengan saya, maupun yang terkait dengan saya, yang saya alami.

Sekitar tahun 2002, terjadi kecelakaan mobil mewah yang ditumpangi oleh pejabat penting dari Kabupaten Bulukumba bersama keluarganya. Mobil tersebut meluncur ke sungai di Kecamatan Sendana. Tenggelam hingga ke dasar sungai. Tak lama kemudian, warga datang beramai-ramai hendak membantu.

Karena memang sungai cukup dalam, jadi terdapat kesulitan dalam mengevakuasi korban. Singkat cerita, semua korban dapat dikeluarkan dari mobil. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Jika tidak salah ingat, semua penumpang mobil itu meninggal dunia. Kira-kira 4-5 orang terdiri dari ayah yang seorang pejabat penting, istrinya, anaknya dan sopirnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
edukasi perilaku jujur baharuddin lopa hikmah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya