Oleh: Iman Santoso, Lc LANGIT7.ID-Rasulullah Saw bersabda:
عن علي بن أبي طالب - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم : الدعاء سلاح المؤمن ، وعماد الدين ، ونور السماوات والأرض .
Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata, Rasulullah Saw bersabda, "Doa adalah senjata orang beriman, tiang agama dan cahaya langit dan bumi" (HR. Al-Hakim)
Doa adalah inti ibadah dan senjata pamungkas orang beriman. Doa sangat bermanfaat, efektif dan maqbul apalagi disampaikan di waktu dan tempat mustajab. Namun sebaliknya doa keburukan khususnya doa orang tua pada anaknya, dan doa orang tertindas akan dikabulkan Allah, maka hati-hatilah.
Disebutkan dalam riwayat bahwa Umar bin Khattab ra melihat seorang yang tangannya lumpuh, ketika ditanya, kenapa itu ? Orang tadi menjawab, disebabkan doa ayahku di masa jahiiliyah. Berkata Umar ra, Ya Allah. Jika di masa jahiliyah saja doa orang tua berpengaruh, maka bagaimana di masa Islam?
Demikian juga yang terjadi pada seorang alim bernama Az- Zamakhsyari penulis tafsir Al-Kasyyaf, jarinya putus, ketika ditanya kenapa bisa terjadi ? Az-Zamakhsyari menjawab karena doa ibuku waktu kecil. Ketika kecil, saya mengikat dua kaki burung dan talinya diikat ke dinding. Ketika saya tarik burungnya, maka jari-jarinya putus. Ibuku marah dan mendoakanku semoga jari kamu juga putus. Ketika besar, saya pergi ke Khurasan untuk menuntut ilmu, dan terjadi musibah, saya terjatuh dari unta dan unta tersebut menindih jariku, dan solusi dari dokter agar memotong jariku.
Oleh karena itu, wahai bapak-bapak dan ibu-ibu hati-hati lah ketika berdoa. Jangan mendoakan keburukan pada anak-anak. Hanya karena anak melakukan kesalahan tidak berarti, atau berselisih dengan saudaranya atau apapun yang terjadi pada anak. Doakan yang baik pada mereka. Jangan pernah mendoakan yang buruk, karena doa orang tua terkabul pada waktunya(*/saf/ Komunitas QM)
(lam)