Jokowi Minta Vaksinasi Dosis Kedua dan Ketiga Bisa Dipercepat
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 18 Februari 2022 - 22:48 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo meminta percepatan vaksinasi dosis kedua dan ketiga (booster) di seluruh wilayah Indonesia.
Jokowi mengatakan akselerasi vaksinasi ini perlu dilakukan karena capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga di sejumlah daerah masih relatif rendah.
“Saya hanya ingin mendorong agar seluruh kabupaten/kota dan provinsi ini konsentrasi di suntikan yang kedua dan juga suntikan yang ketiga atau booster,” ujar Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor dikutip laman Setkab, Jumat (18/2/2022).
Baca juga:Destinasi Wisata dengan Interaksi Tinggi, Kapolri Tinjau Vaksinasi di Borobudur
Menurut Jokowi untuk dosis kedua dan dosis ketiga ini dari catatannya masih banyak yang masih di bawah 60%.
Jokowi juga meminta agar pemberian vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia), yang memiliki risiko lebih besar jika terpapar Covid-19.
“Agar didahulukan yang lansia, ini penting sekali, karena dari data terakhir yang saya terima 69% yang meninggal karena Omicron adalah lansia yang pertama, yang kedua yang belum divaksin,” tegasnya.
Jokowi mengatakan akselerasi vaksinasi ini perlu dilakukan karena capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga di sejumlah daerah masih relatif rendah.
“Saya hanya ingin mendorong agar seluruh kabupaten/kota dan provinsi ini konsentrasi di suntikan yang kedua dan juga suntikan yang ketiga atau booster,” ujar Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor dikutip laman Setkab, Jumat (18/2/2022).
Baca juga:Destinasi Wisata dengan Interaksi Tinggi, Kapolri Tinjau Vaksinasi di Borobudur
Menurut Jokowi untuk dosis kedua dan dosis ketiga ini dari catatannya masih banyak yang masih di bawah 60%.
Jokowi juga meminta agar pemberian vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia), yang memiliki risiko lebih besar jika terpapar Covid-19.
“Agar didahulukan yang lansia, ini penting sekali, karena dari data terakhir yang saya terima 69% yang meninggal karena Omicron adalah lansia yang pertama, yang kedua yang belum divaksin,” tegasnya.