LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta percepatan vaksinasi dosis kedua dan ketiga (
booster) di seluruh wilayah Indonesia.
Jokowi mengatakan akselerasi vaksinasi ini perlu dilakukan karena capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga di sejumlah daerah masih relatif rendah.
“Saya hanya ingin mendorong agar seluruh kabupaten/kota dan provinsi ini konsentrasi di suntikan yang kedua dan juga suntikan yang ketiga atau
booster,” ujar Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor dikutip laman Setkab, Jumat (18/2/2022).
Baca juga: Destinasi Wisata dengan Interaksi Tinggi, Kapolri Tinjau Vaksinasi di BorobudurMenurut Jokowi untuk dosis kedua dan dosis ketiga ini dari catatannya masih banyak yang masih di bawah 60%.
Jokowi juga meminta agar pemberian vaksinasi diprioritaskan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia), yang memiliki risiko lebih besar jika terpapar Covid-19.
“Agar didahulukan yang lansia, ini penting sekali, karena dari data terakhir yang saya terima 69% yang meninggal karena Omicron adalah lansia yang pertama, yang kedua yang belum divaksin,” tegasnya.
Meski demikian, Jokowi tetap mengapreasiasi semua komponen bangsa yang telah mendukung akselerasi vaksinasi di tanah air.
Baca juga: 137 Juta Penduduk Indonesia Dapatkan Vaksinasi Dosis Lengkap“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan percepatan vaksinasi pada hari ini,” terangnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi serentak di 34 provinsi di Indonesia. Kali ini, Kapolri meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (18/2/2022).
Sigit mengatakan, kegiatan vaksinasi massal pada hari ini digelar di 5.107 titik di 34 provinsi dengan target sasaran vaksinasi dengan jumlah 1.114.750 dosis. Sebanyak 834.474 untuk dosis pertama dan kedua dan 280.276 untuk dosis ketiga atau
booster.
"Di Jawa Tengah dilaksanakan di 71 titik dengan target minimal 35 ribu dan kita harapkan bisa 38 ribu dengan prioritas kita gunakan vaksin AstraZeneca," kata Sigit.
(sof)