Ini Tiga Agenda Prioritas Indonesia dalam Presidensi G20
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 18 Februari 2022 - 23:07 WIB
Presidensi G20 Indonesia 2022. (Foto: Istimewa)
Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger" atau Pulih Bersama sebagai tema sentral yang mengajak anggota G20 untuk bekerja sama dalam pendekatan yang kolaboratif dan inklusif. Tiga prioritas utama Presidensi G20 Indonesia adalah Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Ekonomi berbasis Digital dan Transisi Energi.
Prioritas utama ini dijadikan agenda pembahasan baru (flagship agenda) di Working Group (WG) dan Engagement Group (EG) Sherpa Track. Pada Sherpa Track, terdapat 11 WG, 1 Inisiatif dan 10 EG. Sinergi antara Pemerintah dan kelompok Non Pemerintah ini menunjukan sifat forum G20 yang inklusif.
Baca juga:Minta Dunia Redam Ketegangan Baru, Jokowi: Fokus Bangkit dari Pandemi
"Pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia ini diharapkan tidak hanya bersifat narasi atau kesepakatan tertulis, namun juga bersifat concrete dan memberikan manfaat nyata dan inklusif. Tidak hanya untuk Indonesia namun juga dunia," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Edi Prio Pambudi dalam keterangan persnya, Jumat (18/2).
Selain itu, Edi mengatakan Presidensi G20 Indonesia memiliki beberapa pembahasan penting yang dikaitkan dengan tiga prioritas utama tersebut. Salah satunya mendorong pembentukan gugus tugas bersama (joint task force) antara Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan yang menjadi mandat dari KTT G20 Roma 2021.
Edi berharap melalui gugus tugas bersama ini, upaya pemulihan pasca pandemi dan kesiapsiagaan terhadap pandemi di masa depan terkoordinasi dengan baik secara global dan menjadi legacy bagi Presidensi Indonesia. "Pada Presidensi G20 Indonesia juga akan dilaksanakan pertemuan pertama Digital Economy Working Group yang sebelumnya berbentuk Task Force," kata Edi.
Baca juga:Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Indonesia Sangat Gesit
Prioritas utama ini dijadikan agenda pembahasan baru (flagship agenda) di Working Group (WG) dan Engagement Group (EG) Sherpa Track. Pada Sherpa Track, terdapat 11 WG, 1 Inisiatif dan 10 EG. Sinergi antara Pemerintah dan kelompok Non Pemerintah ini menunjukan sifat forum G20 yang inklusif.
Baca juga:Minta Dunia Redam Ketegangan Baru, Jokowi: Fokus Bangkit dari Pandemi
"Pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia ini diharapkan tidak hanya bersifat narasi atau kesepakatan tertulis, namun juga bersifat concrete dan memberikan manfaat nyata dan inklusif. Tidak hanya untuk Indonesia namun juga dunia," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Edi Prio Pambudi dalam keterangan persnya, Jumat (18/2).
Selain itu, Edi mengatakan Presidensi G20 Indonesia memiliki beberapa pembahasan penting yang dikaitkan dengan tiga prioritas utama tersebut. Salah satunya mendorong pembentukan gugus tugas bersama (joint task force) antara Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan yang menjadi mandat dari KTT G20 Roma 2021.
Edi berharap melalui gugus tugas bersama ini, upaya pemulihan pasca pandemi dan kesiapsiagaan terhadap pandemi di masa depan terkoordinasi dengan baik secara global dan menjadi legacy bagi Presidensi Indonesia. "Pada Presidensi G20 Indonesia juga akan dilaksanakan pertemuan pertama Digital Economy Working Group yang sebelumnya berbentuk Task Force," kata Edi.
Baca juga:Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Indonesia Sangat Gesit