LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan pandemi yang belum berakhir, menyebabkan keguncangan dalam perekonomian. Karena itu masyarakat dunia diminta meredam ketegangan baru.
Untuk mengatasi krisis tersebut, kata dia, dibutuhkan koneksi antar-negara yang baik. Sebab, tidak ada negara yang mampu bangkit sendirian dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.
"Ini bukan saatnya untuk rivalitas, bukan saatnya untuk membuat ketegangan baru yang mengganggu pemulihan dunia, apalagi yang membahayakan keselamatan dunia sebagaimana yang terjadi di Ukraina," ujar dia dalam sambutannya pada The 1st Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting, Kamis (17/2/2022).
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem pada 2023Jokowi menegaskan, saat ini seluruh pihak harus menghentikan rivalitas dan ketegangan, serta berfokus untuk bersinergi dan berkolaborasi demi membangkitkan dunia dari pandemi.
"Kita harus bekerja sama mengendalikan inflasi yang cenderung meningkat, kita harus mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga pangan, kita harus mengatasi kelangkaan kontainer dan rantai logistik lainnya, kita juga harus mencegah terjadinya kelaparan terburuk," katanya.
Untuk itu, dia mengajak seluruh negara di dunia, khususnya yang terlibat dalam Presidensi G20 untuk melakukan upaya transformasi dan mempercepat proses transisi menuju ekonomi baru dan mendorong digitalisasi agar lebih merata.
Menurutnya, Presidensi G20 yang mempertemukan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara G20 dapat merumuskan langkah kebijakan fiskal dan moneter yang saling bersinergi antarnegara. Sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dunia secara bersama.
"Dengan semangat Recover Together Recover Stronger, Indonesia mendorong pembahasan agenda prioritas dunia. Kita harus memperkuat arsitektur kesehatan global dan memfasilitasi transisi energi menuju ekonomi hijau, serta mengakselerasi transformasi ekonomi digital," katanya.
Jokowi menambahkan, Indonesia sangat antusias menjalankan perannya dalam Presidensi G20 untuk berkontribusi kepada dunia. Indonesia akan mendorong sinergi dan kolaborasi antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, guna mengatasi permasalahan dunia.
"Saya berharap pertemuan ini akan menghasilkan langkah sinergis dan kolaboratif yang konkret, sehingga segera tampak hasilnya," tambahnya.
(bal)