LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan The London School of Economics and Political Science (LSE) menggelar LSE Generate x Jakarta Investment Festival (JIF) 2025 bertajuk “ASEAN Impact Investment Forum”. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem investasi berdampak (impact investment) sekaligus mewujudkan visi Jakarta menuju kota global yang berbudaya dan ramah inovasi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa Jakarta memiliki potensi besar untuk menembus daftar Top 50 Global City pada 2030. Menurutnya, kekuatan inovasi Jakarta sudah terbukti sejak lama, mulai dari tradisi perdagangan masyarakat Betawi hingga lahirnya para pendiri startup yang berpotensi menjadi unicorn.
“Berbagai gagasan dan inovasi ini menjadi modal penting bagi Jakarta untuk mewujudkan visinya sebagai Top 50 Global City pada 2030. Karena itu, forum ini memiliki arti strategis untuk mendorong impact incubation dan mendukung para inovator membangun ekosistem inovasi berkelanjutan,” ungkap Rano saat membuka acara di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).
Rano menyebut kinerja ekonomi Jakarta menunjukkan daya tahan kuat di tengah tantangan global. Pada kuartal II 2025, Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi 5,18%, sekaligus menjadi penyumbang terbesar perekonomian nasional dengan kontribusi 16,61%.
“Capaian ini tidak lepas dari peran talenta muda, pengusaha, pendiri startup, akademisi, dan para change makers yang terus menggerakkan roda ekonomi Jakarta melalui inovasi, kreativitas, dan semangat kolaborasi,” kata Rano.
Investasi Ramah dan InovatifKepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Heru Hermawanto, menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan ramah investasi melalui Jakarta Investment Centre (JIC). Pusat layanan ini mempermudah investor sejak tahap eksplorasi proyek, mempertemukan dengan mitra strategis, hingga fasilitasi perizinan.
“Kami optimistis sinergi ini akan terus berkembang guna memperkuat ekosistem startup yang kreatif dan kompetitif, demi terwujudnya Jakarta sebagai kota global dan berbudaya,” ujar Heru.
Jakarta Kota Masa DepanHead of Entrepreneurship LSE, LJ Silverman MBE, menekankan pentingnya menjadikan dampak sosial sebagai inti dari setiap investasi. “Jika kita ingin melihat perubahan nyata, kita perlu memastikan bahwa dampak menjadi bagian yang terintegrasi dalam setiap keputusan investasi, bukan sekadar CSR yang baik, namun menjadi inti dari setiap investasi yang dilakukan,” tegas Silverman.
Ia menilai Jakarta memiliki posisi unik sebagai kota masa depan yang mampu menghadirkan kolaborasi lintas sektor. “Jakarta bukan hanya sebuah kota yang penuh kemungkinan, tetapi juga kota koneksi. JIF 2025 menjadi bukti nyata bagaimana teknologi, keuangan, dan nilai komunitas dapat disatukan untuk membangun investasi yang benar-benar bermakna,” imbuhnya.
Kolaborasi GlobalWakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing, menyebut arah pembangunan masa depan harus berbasis pada keberlanjutan. Ia mencontohkan Blue Innovative Startup Acceleration Programme (BISA) yang digagas Inggris untuk menghubungkan startup teknologi, komunitas akar rumput, dan generasi muda dalam menghadapi tantangan pesisir dan perubahan iklim.
“Melalui BISA, kami ingin memastikan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari laboratorium atau ruang rapat, tetapi juga dari pengalaman masyarakat yang sehari-hari berhadapan langsung dengan dampak perubahan iklim,” jelas Downing.
Downing juga menegaskan komitmen Inggris mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global dan pusat keuangan internasional melalui kerja sama pembangunan berkelanjutan, inovasi, dan penguatan SDM. “Mari kita terus bekerja bersama untuk mengubah ide menjadi aksi, dan ambisi menjadi dampak. Bersama kita bisa,” pungkasnya.
Festival Investasi Terbesar JakartaJakarta Investment Festival (JIF) 2025 berlangsung dari Juli hingga Oktober 2025 sebagai rangkaian festival bisnis dan investasi terbesar di ibu kota. Puncak acara JIF Summit akan digelar pada 9 Oktober 2025 dengan tema “Jakarta the Epicentrum of ASEAN: Invest SMART for a Global Start”.
(lam)