Seorang Ibu di Yogyakarta Masuk Islam Karena Anak Senang ke Masjid
Fajar adhitya
Senin, 21 Februari 2022 - 13:45 WIB
Hidayah dapat datang kepada siapa saja atas izin Allah Swt. Foto: iStock.
Hidayah Allah datang dari situasi dan kondisi yang tak dapat disangka-sangka, termasuk melalui perilaku seorang anak. Seorang ibu rumah tangga di Yogyakarta memutuskan memeluk Islam karena tingkah laku putranya yang tiba-tiba mendaftar mengikuti prosesi syahadat.
(Fransisca) Endang dan (Vincentius) Kainan Kinaro adalah ibu dan anak yang pada mulanya pemeluk Katolik. Keduanya mengucap kalimat syahadat dan mendapat bimbingan agama Islam oleh Mualaf Center Yogyakarta.
Baik Endang maupun Kainan dibesarkan dalam pengasuhan keluarga Katolik yang taat saat keduanya masih tinggal di Semarang. Namun, entah mengapa Sang Putra, Kainan yang berusia 11 tahun justru tak antusias untuk datang ke gereja.
Baca Juga:Sejarah Damai Kehadiran dan Persebaran Islam di Anak Benua India
Endang menuturkan bahwa Kainan merasa lebih senang bermain di masjid bersama teman-temannya. Ia mengungkapkan bahwa putranya selalu menangis bila diajak ke gereja.
“Dari bayi dibawa masuk gereja menangis,” katanya. Endang tak ambil pusing dengan perilaku putranya. “Pas saya bawa pulang kampung ke Jombang di sana malah sering ikut temannya main di masjid, pulang dari sana tidak mau lagi ikut (ke gereja)," imbuhnya.
Endang mengaku sering mendapat pertanyaan seputar agama dari Kainan. Dari sanalah hidayah mulai menyinari relung hatinya.
(Fransisca) Endang dan (Vincentius) Kainan Kinaro adalah ibu dan anak yang pada mulanya pemeluk Katolik. Keduanya mengucap kalimat syahadat dan mendapat bimbingan agama Islam oleh Mualaf Center Yogyakarta.
Baik Endang maupun Kainan dibesarkan dalam pengasuhan keluarga Katolik yang taat saat keduanya masih tinggal di Semarang. Namun, entah mengapa Sang Putra, Kainan yang berusia 11 tahun justru tak antusias untuk datang ke gereja.
Baca Juga:Sejarah Damai Kehadiran dan Persebaran Islam di Anak Benua India
Endang menuturkan bahwa Kainan merasa lebih senang bermain di masjid bersama teman-temannya. Ia mengungkapkan bahwa putranya selalu menangis bila diajak ke gereja.
“Dari bayi dibawa masuk gereja menangis,” katanya. Endang tak ambil pusing dengan perilaku putranya. “Pas saya bawa pulang kampung ke Jombang di sana malah sering ikut temannya main di masjid, pulang dari sana tidak mau lagi ikut (ke gereja)," imbuhnya.
Endang mengaku sering mendapat pertanyaan seputar agama dari Kainan. Dari sanalah hidayah mulai menyinari relung hatinya.