LANGIT7.ID, Jakarta - Hidayah Allah datang dari situasi dan kondisi yang tak dapat disangka-sangka, termasuk melalui perilaku seorang anak. Seorang ibu rumah tangga di Yogyakarta memutuskan memeluk Islam karena tingkah laku putranya yang tiba-tiba mendaftar mengikuti prosesi syahadat.
(Fransisca) Endang dan (Vincentius) Kainan Kinaro adalah ibu dan anak yang pada mulanya pemeluk Katolik. Keduanya mengucap kalimat syahadat dan mendapat bimbingan agama Islam oleh Mualaf Center Yogyakarta.
Baik Endang maupun Kainan dibesarkan dalam pengasuhan keluarga Katolik yang taat saat keduanya masih tinggal di Semarang. Namun, entah mengapa Sang Putra, Kainan yang berusia 11 tahun justru tak antusias untuk datang ke gereja.
Baca Juga: Sejarah Damai Kehadiran dan Persebaran Islam di Anak Benua IndiaEndang menuturkan bahwa Kainan merasa lebih senang bermain di masjid bersama teman-temannya. Ia mengungkapkan bahwa putranya selalu menangis bila diajak ke gereja.
“Dari bayi dibawa masuk gereja menangis,” katanya. Endang tak ambil pusing dengan perilaku putranya. “Pas saya bawa pulang kampung ke Jombang di sana malah sering ikut temannya main di masjid, pulang dari sana tidak mau lagi ikut (ke gereja)," imbuhnya.
Endang mengaku sering mendapat pertanyaan seputar agama dari Kainan. Dari sanalah hidayah mulai menyinari relung hatinya.
"Anak saya wasilah menjadi Muslimah dengan pertanyaan ringan yang membuat saya berpikir keras, seperti pertanyaan Tuhan kenapa mempunyai Mama?,” katanya dikutip Youtube Mualaf Center Yogyakarta, Senin (21/2/2022).
Baca Juga: Kisah Prabu Siliwangi, Seorang Mualaf Penguasa Tanah SundaMalah, lewat putranya, Endang tiba-tiba saja didaftarkan oleh rekannya mengikuti prosesi syahadat di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta. Suatu hari, Kainan mengutarakan bahwa ia ingin masuk Islam kepada teman Endang.
“Dia bilang sama teman saya, ‘Om saya mau masuk Islam’ enggak taunya sama temanku, aku yang didaftarin, terus dikabarin dapat daftar mualaf di Masjid Gedhe. Jadi enggak ada persiapan apapun waktu itu,” katanya. Endang pun mengucapkan dua kalimat syahadat pada 2019.
Lalu tiga tahun kemudian, Kainan menyusul ibunya mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimbingan Mualaf Center Yogyakarta pada pertengahan Januari silam. Ikrar dibimbing Liana Yasmin yang juga mendampingi Endang dalam belajar agama Islam.
Baca Juga: Cerita Para Ustadzah di Pelosok Daerah, Yakin Allah Maha Pemberi RezekiKainan mengaku sudah dapat membaca Al-Qur’an dan menjaga kewajiban shalat lima waktu. Ia juga tak pernah absen mendatangi pelajaran mengaji di taman pengajian Al-Qur’an di sekitar rumahnya.
“Saya senang ke masjid, suasananya lebih adem, nyaman,” kata Kainan.
Baca Juga: Temuan Pew Research: Islam Akan Jadi Agama Terbesar Abad ini(zhd)