Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Juli 2026
home masjid detail berita

Empat Tingkatan Hidayah Menurut Raghib Al-Asfahani

ahmad zuhdi Selasa, 07 Juli 2026 - 09:58 WIB
Empat Tingkatan Hidayah Menurut Raghib Al-Asfahani
LANGIT7.ID-, Jakarta - - ‎‎Dalam mengarungi kehidupan di dunia, hidayah atau petunjuk dari Allah SWT merupakan bekal paling utama bagi manusia agar tidak tersesat. Namun hidayah tidaklah bersifat tunggal.

Raghib Al-Asfahani, seorang ulama pakar bahasa dan tafsir Al-Quran terkemuka, menjelaskan bahwa hidayah yang diberikan Allah kepada manusia memiliki empat tingkatan yang saling berkesinambungan. Berikut penjelasannya:

1. Hidayah Umum (Akal, Kecerdasan, dan Pengetahuan Dasar)

‎Tingkatan pertama adalah hidayah umum yang dianugerahkan Allah kepada setiap mukallaf (manusia yang sudah dibebani tanggung jawab syariat). Hidayah ini berbentuk akal pikiran, kecerdasan, dan pengetahuan-pengetahuan penting untuk bertahan hidup serta mengenali hal mendasar di sekitarnya.

‎Prinsip hidayah ini salah satunya diisyaratkan dalam Surah Thaha ayat 50 (sebagaimana penguat makna umum penciptaan dan petunjuk-Nya):

‎قَالَ رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ

‎"Musa berkata: 'Tuhan kami ialah Tuhan yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk." (QS. Thaha: 50).

‎Serta dihubungkan dengan aspek pemahaman dalam Surah Al-Anbiya ayat 79:

‎فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا

‎"Maka Kami telah memberikan pemahaman kepada Sulaiman; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu..." (QS. Al-Anbiya: 79).

‎2. Hidayah Irsyad (Penjelasan Lewat Lisan Para Nabi dan Kitab Suci)

‎Tingkatan kedua adalah petunjuk yang bersifat bimbingan langsung, yakni hidayah yang disampaikan melalui lisan para nabi dan rasul serta diturunkannya kitab-kitab suci, termasuk Al-Qur'an. Melalui hidayah ini, Allah menjelaskan secara detail mengenai aturan hukum, mana yang halal dan haram, serta jalan keselamatan.

‎Tingkatan hidayah ini digambarkan di dalam Surah Al-Anbiya ayat 73:

‎وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ

‎"Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu menyembah." (QS. Al-Anbiya: 73).

Baca juga: Tafsir Ali Imran ayat 133-134: Segera Beramal Saleh untuk Mengejar Ampunan dan Surga

‎3. Hidayah Taufiq (Sentuhan Khusus ke Dalam Hati)

‎Tingkatan ketiga merupakan hidayah taufiq, yaitu kecenderungan hati untuk menerima dan mengamalkan kebenaran. Berbeda dengan dua hidayah sebelumnya yang bersifat umum, hidayah taufiq ini dikhususkan oleh Allah hanya bagi orang-orang tertentu yang dikehendaki-Nya, mereka yang memiliki kesiapan dan ketulusan hati untuk menjemput kebenaran.

‎Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 213:

‎فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

‎"Maka Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus." (QS. Al-Baqarah: 213).

‎4. Hidayah Akhirat (Petunjuk Menuju Surga)

‎Tingkatan tertinggi dan menjadi puncak dari segala petunjuk adalah hidayah di akhirat. Ini adalah petunjuk dan bimbingan akhir dari Allah SWT yang menuntun orang-orang beriman menyeberangi mahsyar hingga berhasil menginjakkan kaki di dalam surga dengan selamat.

‎Hidayah pemungkas ini disebutkan dalam Surah Muhammad ayat 5:

‎سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ

‎"Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka (di akhirat)." (QS. Muhammad: 5).

Baca juga: Al-Quran sebagai Kitab Hidayah, Bukan Kitab Segala Jawaban

‎Empat tingkatan hidayah dari Raghib Al-Asfahani ini mengajarkan kita bahwa proses meraih rida Allah berjalan secara bertahap.

‎Kita wajib bersyukur atas hidayah pertama (akal), lalu mengisinya dengan hidayah kedua (belajar Al-Quran dan Sunnah sahihah), sembari terus berdoa agar senantiasa dianugerahi hidayah ketiga (taufiq), hingga akhirnya berujung manis pada hidayah keempat, yaitu petunjuk masuk ke dalam surga-Nya.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Juli 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:01
Ashar
15:22
Maghrib
17:54
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan