Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 05 Juli 2026
home masjid detail berita

Tafsir Ali Imran ayat 133-134: Segera Beramal Saleh untuk Mengejar Ampunan dan Surga

ahmad zuhdi Ahad, 05 Juli 2026 - 05:00 WIB
Tafsir Ali Imran ayat 133-134: Segera Beramal Saleh untuk Mengejar Ampunan dan Surga
Ilustrasi membaca dan memnafsirkan Al-Quran. Foto: Ist.
LANGIT7.ID, Jakarta,- - ‎Panggilan untuk bersegera dalam kebaikan merupakan salah satu pesan paling menarik yang diabadikan di dalam Al-Qur'an. Melalui Surah Ali Imran ayat 133-134 dan Surah Al-Hadid ayat 21, Allah SWT secara tegas memerintahkan umat Islam untuk saling berpacu mengejar ampunan dan surga-Nya.

Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir al-Qur'an al-Azhim memberikan ulasan mendalam mengenai makna kata perintah tersebut. Ia menegaskan bahwa anjuran bersegera ini bermakna perintah mutlak untuk bergegas melakukan ketaatan dan segala bentuk pendekatan diri kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Tafsir Surah An-Nisa Ayat 59: Institusi Negara Adalah Syarat Mutlak Penerapan Hukum Syariat

‎Senada, Imam Al-Qurthubi melalui kitab Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an memperluas makna kompetensi kebaikan ini secara lebih rinci. Ia menjelaskan bahwa implementasi nyata dari menyegerakan ampunan tersebut adalah dengan bergegas melaksanakan shalat lima waktu di awal waktu serta bersegera bertaubat dari segala khilaf.

‎Sementara Buya Hamka dalam mahakaryanya Tafsir Al-Azhar, mengaitkan perintah berpacu ini dengan realitas dinamika kehidupan manusia sehari-hari. Dia memaparkan bahwa seorang Muslim sejati tidak boleh menunda-nunda kesempatan beramal karena usia dan kesempatan yang dimiliki manusia di dunia ini sangatlah terbatas.

‎Sejalan dengan hal tersebut, Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab kontemporer Tafsir al-Munir memberikan analisis yang tidak kalah tajam mengenai karakteristik orang bertakwa. Menurutnya, kompetisi meraih surga yang seluas langit dan bumi ini menuntut konsistensi manusia untuk tetap gemar bersedekah baik dalam kondisi lapang maupun sempit.

‎Lebih lanjut, ayat-ayat mulia ini juga merinci tiga indikator utama dari sifat mulia yang harus segera dijemput oleh setiap hamba. Indikator tersebut meliputi kemampuan yang kuat untuk menahan amarah, kelapangan hati untuk memaafkan kesalahan sesama, serta ketulusan dalam berbuat kebaikan secara universal.

Baca juga:Tafsir Surah An-Nisa Ayat 58-59: Kewajiban Distribusi Jabatan Berdasarkan Kompetensi

‎Umat Islam perlu menyadari bahwa menunda sebuah amal saleh merupakan salah satu bentuk tipu daya waktu yang paling melenakan jiwa. Ketika lintasan kebaikan itu hadir di dalam hati, langkah kaki harus segera diayunkan sebelum rasa malas dan kesibukan duniawi kembali membelenggu niat suci tersebut.

‎Bersegera dalam kebajikan adalah kunci utama untuk meraih predikat muhsinin atau orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT. Mari kita jadikan sisa helaan napas kehidupan ini sebagai panggung kompetisi terbaik untuk mengumpulkan bekal menuju negeri akhirat yang abadi.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 05 Juli 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:01
Ashar
15:22
Maghrib
17:54
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan