Frasa yang menyatakan bahwa para istri adalah pakaian bagi para suami dan begitu pula sebaliknya, secara harfiah merujuk pada kata libas yang berarti sesuatu yang dikenakan dan melekat pada tubuh.
Ayat ini menegaskan tanggung jawab individual di mana tidak ada satu pun jiwa yang bisa menggantikan peran jiwa lain, menetapkan bahwa syafaat hanyalah milik Allah.
Al-Biqa'i menjelaskan bahwa ayat ini hadir untuk mengikis kekhawatiran bahwa penggabungan anak-anak tersebut akan mengurangi pahala orang tua, sekaligus menegaskan prinsip bahwa tiada seorang pun yang memikul dosa orang lain.
Keutamaan Bani Israil berlaku terbatas pada era atau zaman mereka atas nikmat kerajaan, kenabian, dan kitab suci, bukan keutamaan mutlak atas seluruh zaman.
Ayat ini mengisahkan momen puncak pascabanjir bandang pada masa Nabi Nuh AS, ketika perintah Allah diturunkan untuk menghentikan azab dan memulihkan bumi.
Im?m al-?abar? mencatat bahwa konteks penurunan (asb?b an-nuz?l) ayat ini berkaitan erat dengan kelakuan para pendeta Yahudi dan orang munafik yang gemar memerintahkan orang lain untuk shalat dan berzakat, tetapi mereka sendiri justru mengabaikannya.
Surat Al-Baqarah ayat 39 menjadi penutup rangkaian kisah besar penciptaan Nabi Adam alayhi as-salam, perintah bersujud kepada para malaikat, pembangkangan Iblis, hingga peringatan Allah mengenai diturunkannya manusia ke bumi.
Ibnu Katsir memaparkan bahwa penggunaan kata lan berfungsi menafikan sesuatu di masa depan secara mutlak, yang bermakna manusia tidak akan pernah sanggup menandingi Al-Qur'an hingga kapan pun.
Secara umum, para ulama menyepakati makna dasarnya sebagai kondisi buta aksara atau tidak bisa membaca dan menulis, namun penyematan sifat ini kepada Nabi Muhammad Saw justru menjadi mukjizat serta bukti otentisitas wahyu Ilahi.
Mufasir Al-Baghaw? mengisahkan bahwa ayat ini dilatarbelakangi oleh kedatangan delegasi Kristen Najran ke Madinah yang terlibat perdebatan dengan kaum Yahudi mengenai garis keagamaan Nabi Ibr?h?m.
Setelah menguraikan tiga karakter manusia pada ayat-ayat sebelumnyayakni kelompok bertakwa, kafir, dan munafikAllah secara langsung menyeru seluruh umat manusia untuk beribadah.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa ayat ini menggambarkan keadaan masyarakat di Madinah. Ketika Rasulullah SAW berhijrah, sebagian orang menyatakan diri masuk Islam, tetapi di dalam hati mereka sebenarnya menyimpan kemunafikan.