Lawan Flexing dan Investasi Bodong, Firman Siregar Gagas @KuliahSaham untuk Edukasi Publik
Muhajirin
Senin, 21 Februari 2022 - 16:21 WIB
Kuliah Saham juga menggelar kuliah daring untuk edukasi publik dalam berinvestasi di bursa saham (foto: kuliahsahamindonesia.com)
Banyak masyarakat Indonesia masih gagal paham terkait investasi saham. Salah satu penyebab utama adalah pengaruh flexing atau pamer kekayaan yang marak dilakukan para influencer investasi bodong.
Demikian tutur Firman Siregar, alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menggagas akun edukasi @kuliahsaham di Instagram.Menurutnya, flexing menciptakan pola pikir negatif di tengah masyarakat. Dampak paling terlihat adalah mindset ingin cepat kaya tanpa melalui proses. Padahal, kata Firman, tidak ada kekayaan yang diraih secara instan, butuh proses dan waktu yang tak singkat.
"Ini yang kita edukasi, yang paling utama adalah mindset, karena banyak banget orang Indonesia yang berpikir kaya itu harus instan, atau pengen cepet kaya," kata Firman kepada LANGIT7.ID, Senin (21/2/2022).
Dampak dari pola pikir itu, masyarakat tak lagi berpikir cara menghasilkan investasi yang berkelanjutan. Itu menyebabkan banyak yang terjebak dengan iming-iming return besar dan terjebak investasi bodong. Akhirnya, mereka berpikir investasi bisa bikin cepat kaya dan sebagainya.
Baca Juga:Marak Pamer Kekayaan Sultan dan Crazy Rich, Profesor Ini Angkat Bicara
"Padahal itu enggak ada. Karena konsep investasi itu high risk high return, jadi yang punya potensi return besar harus juga siap dengan potensi risiko yang besar. Itu yang enggak dipikirin oleh banyak orang," ucap Firman.
Setelah edukasi tentang pola pikir, Firman melalui @kuliahsaham mengedukasi masyarakat terkait teknis investasi, money manajemen, metode dalam menganalisa saham, dan tidak mudah terpengaruh ajakan orang tanpa mengerti latar belakang alasan kenapa harus harus membeli saham tersebut.
Demikian tutur Firman Siregar, alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menggagas akun edukasi @kuliahsaham di Instagram.Menurutnya, flexing menciptakan pola pikir negatif di tengah masyarakat. Dampak paling terlihat adalah mindset ingin cepat kaya tanpa melalui proses. Padahal, kata Firman, tidak ada kekayaan yang diraih secara instan, butuh proses dan waktu yang tak singkat.
"Ini yang kita edukasi, yang paling utama adalah mindset, karena banyak banget orang Indonesia yang berpikir kaya itu harus instan, atau pengen cepet kaya," kata Firman kepada LANGIT7.ID, Senin (21/2/2022).
Dampak dari pola pikir itu, masyarakat tak lagi berpikir cara menghasilkan investasi yang berkelanjutan. Itu menyebabkan banyak yang terjebak dengan iming-iming return besar dan terjebak investasi bodong. Akhirnya, mereka berpikir investasi bisa bikin cepat kaya dan sebagainya.
Baca Juga:Marak Pamer Kekayaan Sultan dan Crazy Rich, Profesor Ini Angkat Bicara
"Padahal itu enggak ada. Karena konsep investasi itu high risk high return, jadi yang punya potensi return besar harus juga siap dengan potensi risiko yang besar. Itu yang enggak dipikirin oleh banyak orang," ucap Firman.
Setelah edukasi tentang pola pikir, Firman melalui @kuliahsaham mengedukasi masyarakat terkait teknis investasi, money manajemen, metode dalam menganalisa saham, dan tidak mudah terpengaruh ajakan orang tanpa mengerti latar belakang alasan kenapa harus harus membeli saham tersebut.