Yenny Wahid Dirikan Pesantren Programmer di Sleman, Yogyakarta
Muhajirin
Selasa, 22 Februari 2022 - 17:00 WIB
Yenny Wahid (foto: istimewa)
Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, mendirikan pondok pesantren programming(pemrograman) yang diberi nama Pesantren Koding Qoryatus Salam di Sleman, Yogyakarta.
Wanita kelahiran 29 Oktober 1974 itu mengatakan, banyak orang yang terus memacu dan mengeksplorasi tantangan yang dihadapi manusia. Terlebih, perkembangan teknologi begitu pesat yang menuntut setiap orang menguasai dunia digital agar bisa membantu memecahkan berbagai masalah.
Hal tersebut yang melatarbelakangi Yenny mendirikan Pesantren Pemrograman Perempuan Qoruyatus Salam di Peace Village,Yogyakarta.
Wanita yang bernama asli Zannuba Ariffah Chafsoh itu menjelaskan, pesantren itu nanti akan menjadi ruang belajar bagi para santriwati yang ingin belajar pemrograman. Para santriwati bisa belajar programmer tanpa meninggalkan akar identitas seorang santri.
Pesantren itu memang hanya dikhususkan bagi perempuan saja. Yenny ingin memberikan ruang bagi perempuan agar lebih banyak lagi yang menguasai teknologi. Ia ingin para perempuan bisa menjadi subjek teknologi sebagai pengguna, produsen, pengontrol, dan pengembang.
"Di bidang teknologi masih ada ketimpangan, besar sekai.Hanya 3 persen anak perempuan, yang disurvei, mengaku ingin berkarir di bidang teknologi. Bahkan 80 persen tidak mengerti siapa saja tokoh-tokoh perempuan di bidang teknologi. Ini Semua harus diubah," kata Yenny saat meluncurkan Ponpes Programmer melalui kanal Wahid Foundation, Selasa (22/2/2022).
Dia berharap, keberadaan pesantren itu melahirkan banyak santriwati programmer yang memiliki wawasan agama yang moderat. Santriwati itu juga diharapkan mampu memiliki pola pikir memecahkan tantangan dalam berbagai aspek kehidupan sosial secara profesional.
Wanita kelahiran 29 Oktober 1974 itu mengatakan, banyak orang yang terus memacu dan mengeksplorasi tantangan yang dihadapi manusia. Terlebih, perkembangan teknologi begitu pesat yang menuntut setiap orang menguasai dunia digital agar bisa membantu memecahkan berbagai masalah.
Hal tersebut yang melatarbelakangi Yenny mendirikan Pesantren Pemrograman Perempuan Qoruyatus Salam di Peace Village,Yogyakarta.
Wanita yang bernama asli Zannuba Ariffah Chafsoh itu menjelaskan, pesantren itu nanti akan menjadi ruang belajar bagi para santriwati yang ingin belajar pemrograman. Para santriwati bisa belajar programmer tanpa meninggalkan akar identitas seorang santri.
Pesantren itu memang hanya dikhususkan bagi perempuan saja. Yenny ingin memberikan ruang bagi perempuan agar lebih banyak lagi yang menguasai teknologi. Ia ingin para perempuan bisa menjadi subjek teknologi sebagai pengguna, produsen, pengontrol, dan pengembang.
"Di bidang teknologi masih ada ketimpangan, besar sekai.Hanya 3 persen anak perempuan, yang disurvei, mengaku ingin berkarir di bidang teknologi. Bahkan 80 persen tidak mengerti siapa saja tokoh-tokoh perempuan di bidang teknologi. Ini Semua harus diubah," kata Yenny saat meluncurkan Ponpes Programmer melalui kanal Wahid Foundation, Selasa (22/2/2022).
Dia berharap, keberadaan pesantren itu melahirkan banyak santriwati programmer yang memiliki wawasan agama yang moderat. Santriwati itu juga diharapkan mampu memiliki pola pikir memecahkan tantangan dalam berbagai aspek kehidupan sosial secara profesional.