Menpora Ingin Atlet Berprestasi Muncul dari Pesantren
Muhajirin
Selasa, 22 Februari 2022 - 19:13 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali (foto: istimewa)
Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora), Zainuddin Amali, menilai santri di pondok pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi atlet berprestasi masa depan.
Amali menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Gedung Pendidikan Tahfidzul Quran dan Lapangan Basket, Pondok Pesantren Segoro Agung, Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (21/2/2022).
"Saya juga menandatangani prasasti sebagai bentuk peresmian gedung karena ada bantuan dari kita (Kemenpora) dan sekaligus dari provinsi," lata Amali, dikutip laman resmi Kemenpora, Selasa (22/2/2022).
Amali mengatakan, Gedung Pendidikan Tahfidzul Quran dan Lapangan Basket tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Latihan secara disiplin bisa membentuk skill seorang santri untuk menjadi atlet profesional.
"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik dan akan muncul bibit-bibit atlet andal dari kalangan pondok pesantren," ujar Amali.
Dia mencontohkan, saat ini banyak atlet profesional yang berasal dari kalangan santri. Di rana sepak bola terdapat pemain Timnas Indonesia berlatar belakang santri seperti Evan Dimas Darmono, Asnawi Mangkualam Bahar, Nadeo Arga Winata, Witan Sulaiman, Dedik Setiawan, Muhammad Rafli Mursalim, hingga Yadi Mulyadi.
Dari cabang motocross, tentu publik tak lupa dengan sosok M Kafa Yaqi Ardafa yang merupakan santri Pondok Pesantren Darul Ulum Agung (Dua), Bumiayu, Kota Malang, Jawa Timur. Ia menjadi duta olahraga Jawa Timur dalam PON XX Papua tahun 2021.
Amali menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Gedung Pendidikan Tahfidzul Quran dan Lapangan Basket, Pondok Pesantren Segoro Agung, Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (21/2/2022).
"Saya juga menandatangani prasasti sebagai bentuk peresmian gedung karena ada bantuan dari kita (Kemenpora) dan sekaligus dari provinsi," lata Amali, dikutip laman resmi Kemenpora, Selasa (22/2/2022).
Amali mengatakan, Gedung Pendidikan Tahfidzul Quran dan Lapangan Basket tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Latihan secara disiplin bisa membentuk skill seorang santri untuk menjadi atlet profesional.
"Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik dan akan muncul bibit-bibit atlet andal dari kalangan pondok pesantren," ujar Amali.
Dia mencontohkan, saat ini banyak atlet profesional yang berasal dari kalangan santri. Di rana sepak bola terdapat pemain Timnas Indonesia berlatar belakang santri seperti Evan Dimas Darmono, Asnawi Mangkualam Bahar, Nadeo Arga Winata, Witan Sulaiman, Dedik Setiawan, Muhammad Rafli Mursalim, hingga Yadi Mulyadi.
Dari cabang motocross, tentu publik tak lupa dengan sosok M Kafa Yaqi Ardafa yang merupakan santri Pondok Pesantren Darul Ulum Agung (Dua), Bumiayu, Kota Malang, Jawa Timur. Ia menjadi duta olahraga Jawa Timur dalam PON XX Papua tahun 2021.