Sekjen MUI: Peringatan Isra Mi'raj Memperkuat Iman dan Takwa
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 28 Februari 2022 - 06:07 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Isra Mi'raj menjadi salah satu peristiwa penting bagi umat Muslim di dunia. Di mana dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW melakukan perjalanan agung menuju langit ketujuh untuk menerima perintah shalat dari Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Amirsyah Tambunan, seperti dikutip dari MUI Digital, Senin (28/2/2022).
“Setiap tahun umat Islam seluruh dunia peringati peristiwa ini. Karena merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam ,”ujarnya.
Baca juga: Memahami Isra’ Mi’raj, Saat Rasul Menembus Logika Ruang dan Waktu
Selain itu, Amirsyah menjelaskan dua hikmah dari peristiwa Isra Miraj bagi umat Islam. Pertama, meningkatkan kualitas spritualitas, di mana Isra Mi'raj adalah peristiwa yang menakjubkan ketika Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsa.
“Kemampuan akal sehat memahami peristiwa ini sangat terbatas. Sehingga, dasar spiritual meyakini peristiwa tersebut,” sambungnya.
Selanjutnya, meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan hitungan jarak 1239 KM.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Amirsyah Tambunan, seperti dikutip dari MUI Digital, Senin (28/2/2022).
“Setiap tahun umat Islam seluruh dunia peringati peristiwa ini. Karena merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam ,”ujarnya.
Baca juga: Memahami Isra’ Mi’raj, Saat Rasul Menembus Logika Ruang dan Waktu
Selain itu, Amirsyah menjelaskan dua hikmah dari peristiwa Isra Miraj bagi umat Islam. Pertama, meningkatkan kualitas spritualitas, di mana Isra Mi'raj adalah peristiwa yang menakjubkan ketika Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsa.
“Kemampuan akal sehat memahami peristiwa ini sangat terbatas. Sehingga, dasar spiritual meyakini peristiwa tersebut,” sambungnya.
Selanjutnya, meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan hitungan jarak 1239 KM.