Penerbangan Komersil Tersedia, Warga AS Didesak Tinggalkan Rusia
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 28 Februari 2022 - 17:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak kepada warganya untuk segera meninggalkan Rusia. Hal tersebut menjadi pertimbangan AS lantaran penerbangan komersial masih terbuka dan tersedia untuk digunakan.
Menurut laporan Keduataan Besar AS di Moskow, jumlah maskapai yang membatalkan penerbangan masuk dan keluar dari Rusia semakin meningkat. Sehingga banyak negara menutup wilayah udara mereka setelah adanya serangan militer Rusia ke Ukraina.
Baca juga:Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Tim Indonesia Batal ke Polandia
"Warga AS harus mempertimbangkan untuk segera meninggalkan Rusia melalui opsi komersial yang masih tersedia," kata Kedubes AS di Moskow dalam sebuah pernyataan, dikutip Senin (28/2/2022).
Hingga saat ini, serangan Rusia terhadap Ukraina masih berlanjut. Dalam laporan terbaru, pasukan Rusia mulai menuju wilayah ibu kota di Kyiv.
Baca juga:FIFA Larang Bendera dan Lagu Kebangsaan Rusia di Laga Internasional
Intervensi itu disambut oleh protes dari komunitas internasional. Sementara Uni Eropa, Inggris dan AS menerapkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Kremlin.
Menurut laporan Keduataan Besar AS di Moskow, jumlah maskapai yang membatalkan penerbangan masuk dan keluar dari Rusia semakin meningkat. Sehingga banyak negara menutup wilayah udara mereka setelah adanya serangan militer Rusia ke Ukraina.
Baca juga:Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Tim Indonesia Batal ke Polandia
"Warga AS harus mempertimbangkan untuk segera meninggalkan Rusia melalui opsi komersial yang masih tersedia," kata Kedubes AS di Moskow dalam sebuah pernyataan, dikutip Senin (28/2/2022).
Hingga saat ini, serangan Rusia terhadap Ukraina masih berlanjut. Dalam laporan terbaru, pasukan Rusia mulai menuju wilayah ibu kota di Kyiv.
Baca juga:FIFA Larang Bendera dan Lagu Kebangsaan Rusia di Laga Internasional
Intervensi itu disambut oleh protes dari komunitas internasional. Sementara Uni Eropa, Inggris dan AS menerapkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Kremlin.