Pemerintah Tambah Jenis Regimen Vaksin untuk Booster
Ummu hani
Selasa, 01 Maret 2022 - 16:17 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Pemerintah resmi menambahkan regimen vaksin booster Sinopharm untuk masyarakat Indonesia. Dengan penampbahan ini, total ada 6 jenis regimen vaksin booster, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan Sinopharm.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksin booster yang digunakan berdasarkan ketersediaan di setiap daerah.
“Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat. Di samping itu, vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” ujarnya, dalam keterangan resmi dikutip Langit7, Selasa (1/3/2022).
Baca juga:Pemalsu Hasil Swab, Begini Cara Sindikat Masuk ke Sistem PeduliLindungi
Mekanisme Pemberian Vaksin Booster
Layanan vaksin booster diberikan secara gratis kepada masyarakat dan disesuaikan dengan jenis vaksin 1 dan 2 yang telah diterima sebelumnya.
Pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme, yakni Homolog dan Heterolog. Homolog merupakan pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksin booster yang digunakan berdasarkan ketersediaan di setiap daerah.
“Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat. Di samping itu, vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” ujarnya, dalam keterangan resmi dikutip Langit7, Selasa (1/3/2022).
Baca juga:Pemalsu Hasil Swab, Begini Cara Sindikat Masuk ke Sistem PeduliLindungi
Mekanisme Pemberian Vaksin Booster
Layanan vaksin booster diberikan secara gratis kepada masyarakat dan disesuaikan dengan jenis vaksin 1 dan 2 yang telah diterima sebelumnya.
Pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme, yakni Homolog dan Heterolog. Homolog merupakan pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.