LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah resmi menambahkan regimen vaksin booster Sinopharm untuk masyarakat Indonesia. Dengan penampbahan ini, total ada 6 jenis regimen vaksin booster, yakni Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan Sinopharm.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, vaksin booster yang digunakan berdasarkan ketersediaan di setiap daerah.
“Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat. Di samping itu, vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” ujarnya, dalam keterangan resmi dikutip Langit7, Selasa (1/3/2022).
Baca juga: Pemalsu Hasil Swab, Begini Cara Sindikat Masuk ke Sistem PeduliLindungiMekanisme Pemberian Vaksin Booster Layanan vaksin booster diberikan secara gratis kepada masyarakat dan disesuaikan dengan jenis vaksin 1 dan 2 yang telah diterima sebelumnya.
Pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme, yakni Homolog dan Heterolog. Homolog merupakan pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Sementara Heterolog, pemberian dosis booster menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.
Syarat Vaksin BoosterTentunya, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan suntukan vaksin booster. Syarat tersebut diatur dalam SE Kemenkes RI Nomor HK.02.02/II/252/2002 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster).
Pertama, calon penerima vaksin harus menunjukkan NIK dengan membawa KTP atau KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi, dan berusia 18 tahun ke atas.
Kedua, telah mendapatkan vaksinasi priemer dosis lengkap, minimal tiga bulan sebelumnya. Keempat, bagi ibu hamil, juga bisa mendapatkan vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna sesuai dengan aturan yang ditetapkan.
Baca juga: Pentingkah Pemberian Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat?Kombinasi Vaksin BoosterBerikut kombinasi vaksin yang aman untuk disuntikkan.
1. Vaksin Primer AstraZeneca: vaksin booster Moderna separuh dosis (0,25)
2. Vaksin Primer AstraZeneca: vaksin booster Pfizer separuh dosis (0,15 ml)
3. Vaksin Primer AstraZeneca: vaksin booster AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml)
4. Vaksin primer Pfizer: vaksin booster Pfizer dosis penuh (0,3 ml)
5. Vaksin primer Pfizer: vaksin booster Moderna separuh dosis (0,25 ml)
6. Vaksin primer Pfizer: vaksin booster AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml)
7. Vaksin primer Moderna: vaksin booster Moderna separuh dosis (0,25 ml)
8. Vaksin primer Janssen (J&J): vaksin booster Moderna separuh dosis (0,25 ml)
9. Vaksin primer Sinopharm: vaksin booster Sinopharm dosis penuh (0,5 ml)
(sof)