Roadmap Politik dan Geopolitik untuk Membebaskan Baitul Maqdis
Muhajirin
Rabu, 02 Maret 2022 - 20:00 WIB
Prof. Dr. Abd al-Fattah Muhammad El-Awaisi Al-Maqdisi di Rumah Spirit of Aqsa (Dok Spirit of Aqsa)
Pendiri Bidang Studi Baitul Maqdis dan Guru Besar Hubungan Internasional, Prof. Dr. Abd al-Fattah Muhammad El-Awaisi Al-Maqdisi, mengungkapkan, Rasulullah SAW telah membuat roadmap (peta jalan) pembebasan Baitul Maqdis semasa masih hidup.
Itu tercermin saat Rasulullah mengutus pasukan Usamah bin Zaid ke Syam menjelang wafat. Jauh sebelum itu, beliau punya dua misi besar saat hijrah ke Madinah, yakni pembebasan Kota Mekkah dan Baitul Maqdis.
Sejarah mencatat, Mekkah berhasil dibebaskan saat baginda nabi masih hidup. Namun, Baitul Maqdis diwariskan kepada umatnya. Umar bin Khattab tercatat sebagai khalifah pertama yang membebaskan kota suci itu.
Setelah itu, muncul Salahuddin Al-Ayyubi yang membebaskan Baitul Maqdis dari pasukan salib. Lalu kini, Baitul Maqdis jatuh ke tangan penjajah Israel sejak 1948 M. Lalu, bagaimana cara membebaskan Baitul Maqdis dari Zionis Israel?
"Apakah kita lebih baik dari nabi, sehingga tidak mengikuti langkah nabi dalam membebaskan Baitul Maqdis?" kata Prof. Abd Fattah di rumah Spirit of Aqsa (SoA), Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Subhanallah, Kompleks Masjid Al-Aqsa Diselimuti Hujan Salju
"Umat Islam perlu mengadopsi sebuah gagasan yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW beralih dari tingkat pemikiran strategi ke level perencanaan strategi, dan beliau sendiri yang meletakkan rencana strategi dan roadmap politik dan geopolitik untuk membebaskan Baitul Maqdis," lanjutnya.
Itu tercermin saat Rasulullah mengutus pasukan Usamah bin Zaid ke Syam menjelang wafat. Jauh sebelum itu, beliau punya dua misi besar saat hijrah ke Madinah, yakni pembebasan Kota Mekkah dan Baitul Maqdis.
Sejarah mencatat, Mekkah berhasil dibebaskan saat baginda nabi masih hidup. Namun, Baitul Maqdis diwariskan kepada umatnya. Umar bin Khattab tercatat sebagai khalifah pertama yang membebaskan kota suci itu.
Setelah itu, muncul Salahuddin Al-Ayyubi yang membebaskan Baitul Maqdis dari pasukan salib. Lalu kini, Baitul Maqdis jatuh ke tangan penjajah Israel sejak 1948 M. Lalu, bagaimana cara membebaskan Baitul Maqdis dari Zionis Israel?
"Apakah kita lebih baik dari nabi, sehingga tidak mengikuti langkah nabi dalam membebaskan Baitul Maqdis?" kata Prof. Abd Fattah di rumah Spirit of Aqsa (SoA), Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Subhanallah, Kompleks Masjid Al-Aqsa Diselimuti Hujan Salju
"Umat Islam perlu mengadopsi sebuah gagasan yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW beralih dari tingkat pemikiran strategi ke level perencanaan strategi, dan beliau sendiri yang meletakkan rencana strategi dan roadmap politik dan geopolitik untuk membebaskan Baitul Maqdis," lanjutnya.