LANGIT7.ID-Paris; Dalam rangkaian kunjungan kerja di Prancis, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, mengadakan pertemuan diplomatik dengan para Duta Besar dan Delegasi Tetap negara-negara anggota Grup Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di UNESCO guna membahas dukungan internasional bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota
Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO periode 2026–2030 (24/4).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Delegasi dan Duta Besar Palestina (Amb. Adel Atieh), Iran (Amb. Ahmad Pakatchi), Bangladesh (Amb. Khondker Mohammad Talha), Malaysia (Amb. Hazreen Bin Abdul), Uzbekistan (Amb. Kamol Mukhtarov), dan Brunei Darussalam (Azmi Mohamad), Menteri Kebudayaan RI menjelaskan bahwa momentum tersebut merupakan langkah strategis bagi diplomasi kebudayaan Indonesia. “Pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk mengampanyekan sekaligus meminta dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota
Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the ICH UNESCO periode 2026–2030,” ungkap Fadli Zon dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).
Dalam diskusi tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih besar dalam pelestarian warisan budaya takbenda dunia. Terbentuknya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian mandiri di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti keseriusan pemerintah Indonesia dalam memajukan sektor kebudayaan.
“Kami menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi lebih aktif dalam pelestarian warisan budaya takbenda dunia, termasuk melalui penguatan pelindungan berbasis komunitas dan perluasan kerja sama antar negara anggota OKI. Kami turut menyampaikan bahwa Indonesia kini memiliki Kementerian Kebudayaan yang berdiri sendiri, sehingga membuka ruang yang lebih luas bagi penguatan kerja sama bilateral di bidang kebudayaan dengan negara-negara OKI,” tambah Fadli Zon.
Selain fokus pada pencalonan komite, dialog tersebut juga membahas upaya kolektif dalam meningkatkan visibilitas seni dan budaya Islam di panggung global melalui kerangka UNESCO, baik melalui nominasi bersama maupun program pelestarian terpadu. Terkait hal tersebut, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya sinergi antarnegara muslim. Pertemuan ini turut membahas pentingnya memperluas visibilitas seni dan budaya Islam di UNESCO, serta mendorong lebih banyak kolaborasi dalam pelestarian budaya Islam, termasuk melalui nominasi bersama maupun ekstensi dalam kerangka UNESCO.
Menutup dialog, Menbud berharap solidaritas negara-negara OKI dapat menjadi kekuatan utama dalam menjadikan budaya sebagai instrumen perdamaian dunia. “Saya harap pertemuan ini semakin memperkuat solidaritas dan kerja sama negara-negara OKI dalam pelestarian warisan budaya, sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam menjadikan budaya sebagai jembatan diplomasi, persahabatan, dan kontribusi bagi perdamaian global,” tutup Menteri Fadli.
(lam)