LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi perancang busana dan entrepreneur, Ivan Gunawan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, tersebut membahas potensi fesyen sebagai unsur diplomasi budaya sekaligus motor penggerak ekonomi berbasis budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan menjelaskan bahwa wastra yang menjadi salah satu gagasan dalam rancangan busana Ivan Gunawan dapat menjadi elemen untuk mempromosikan budaya fesyen ke panggung internasional. Menteri Fadli optimis bahwa wastra dapat menjadi modal untuk kolaborasi bersama negara lain, yakni dengan mengundang desainer internasional sebagai duta budaya.
“Agar
go international, kita bisa mempromosikan batik atau wastra ke belahan dunia lain. Melihat potensi wastra, sebetulnya negara-negara di Afrika belum banyak yang tersentuh oleh wastra kita, dan negara Afrika itu sangat potensial. Sebab, motif baju tradisional Afrika mirip dengan batik, sehingga ada kemiripan dari budayanya,” jelas Menbud Fadli dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Menteri Kebudayaan turut menyoroti
Intellectual Property (IP) atau kekayaan intelektual sebagai aset berharga bagi para desainer yang mengembangkan motif batik baru. Hasil kreativitas tersebut, lanjut Menbud, memiliki nilai ekonomi yang dapat memajukan ekosistem budaya Indonesia. Kekayaan intelektual dari para desainer dapat menjadi modal bagi pengrajin yang dapat dikembangkan guna memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut mendukung acara peragaan busana yang dicanangkan oleh Ivan Gunawan. Langkah kreatif tersebut dinilai menjadi angin segar bagi generasi muda untuk kembali mencintai dan bangga mengenakan warisan budaya sendiri dalam keseharian. Selain itu, pameran busana dapat menjadi wadah strategis untuk menjembatani nilai-nilai tradisi dengan tren mode kontemporer.
Mendukung pernyataan Menbud, Ivan Gunawan menyambut baik kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan, terutama terkait pengembangan ekosistem fesyen dan wastra Nusantara. Menurutnya, fesyen dan wastra dapat menjadi ruang edukasi untuk memperkenalkan budaya Indonesia. “Tahun ini, dalam rangka euforia kemerdekaan Indonesia, kami juga berencana untuk membuat instalasi busana yang ditujukan untuk umum, sehingga pelajar, sekolah fesyen dan masyarakat bisa melihat keindahan wastra kita,” imbuh Ivan Gunawan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; serta Direktur Film, Musik dan Seni, Irini Dewi Wanti.
Menutup dialog, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap batik dan wastra Nusantara dapat menjadi identitas unggul budaya Indonesia. Tidak hanya menjadi mode, wastra dan batik Nusantara merupakan simbol akulturasi antara nilai estetika dengan makna kehidupan sehari-hari. Melalui apresiasi dan pelestarian, Menbud berharap wastra dapat memperkokoh jati diri bangsa sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya yang mendunia.
(lam)