Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 Juli 2026
home global news detail berita

Menbud Fadli Zon Perkuat Perlindungan Anak Lewat Permainan Tradisional dan Budaya

tim langit 7 Ahad, 26 Juli 2026 - 05:00 WIB
Menbud Fadli Zon Perkuat Perlindungan Anak Lewat Permainan Tradisional dan Budaya
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Festival "Generasi Berani Exploring – Biarkan Mereka Berlari" yang diselenggarakan di The CIBIS Business Park, Jakarta Selatan. Kegiatan yang diinisiasi Betadine Indonesia ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, tenaga kesehatan, pendidik, dan keluarga dalam upaya bersama menghadirkan ruang bermain yang sehat bagi anak sekaligus memperkuat perlindungan anak di era digital melalui pendekatan budaya.

Festival yang juga diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026 ini menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari diskusi publik, olahraga keluarga, permainan edukatif, hingga peluncuran Buku Saku Inspirasi Aktivitas Anak dan Keluarga sebagai panduan aktivitas positif di luar paparan layar digital. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas fisik, interaksi sosial, dan permainan yang menumbuhkan kreativitas serta karakter.

Sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan festival, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Komunitas Hong menghadirkan permainan tradisional bagi anak usia 5 hingga 8 tahun. Berbagai permainan rakyat seperti congklak, bekel, gasing, dam-daman, kelom batok, ular naga, ampar-ampar pisang, cublek-cublek suweng, hingga cing ciripit diperkenalkan kembali sebagai sarana pembelajaran sekaligus pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa permainan tradisional merupakan bagian penting dari objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Menurutnya, permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa, tetapi juga mengandung berbagai nilai luhur yang berperan dalam pembentukan karakter anak.

"Permainan tradisional merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan yang harus terus kita hidupkan. Di tengah perkembangan teknologi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang untuk bermain, berinteraksi, belajar bekerja sama, dan mengenal nilai-nilai luhur bangsa melalui pengalaman nyata," ungkap Menbud Fadli dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2026).

Menbud menambahkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah sebagai wujud keberagaman budaya bangsa. Kekayaan tersebut perlu didokumentasikan, dilestarikan, dan diperkenalkan kembali kepada generasi muda melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya kita memiliki ribuan permainan tradisional yang lahir dari keberagaman budaya Indonesia.

“Kementerian Kebudayaan tengah mengembangkan berbagai langkah untuk mendokumentasikan, meregistrasi, serta memperkenalkannya kembali kepada masyarakat, termasuk melalui rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia. Kolaborasi yang kita lakukan hari ini menjadi langkah penting agar anak-anak kembali akrab dengan permainan yang membentuk karakter, kejujuran, kebersamaan, dan semangat gotong royong," tambah Menteri Fadli Zon.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa perlindungan anak di ruang digital harus berjalan beriringan dengan penyediaan ruang bagi anak untuk memperoleh pengalaman nyata melalui aktivitas bermain. "Kita ingin menghadirkan generasi yang tumbuh melalui pengalaman, bukan hanya dari layar digital. Karena itu, perlindungan di ruang digital harus dibarengi dengan semakin banyak kesempatan bagi anak-anak untuk bermain, bergerak, berinteraksi, dan mengenal budaya lokal yang menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka," ungkapnya.

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan, diluncurkan Buku Saku Inspirasi Aktivitas Anak dan Keluarga yang disusun secara kolaboratif bersama komunitas orang tua, pendidik, tenaga kesehatan, dan pemerhati tumbuh kembang anak. Buku tersebut menghadirkan beragam inspirasi aktivitas yang dapat dilakukan bersama keluarga sebagai alternatif kegiatan positif di luar paparan layar digital, sekaligus mendorong anak untuk lebih aktif bergerak, berkreasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Penyelenggaraan festival ini menggunakan pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan, sehingga diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial yang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter anak. Selain itu kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Vivi Alida Yahya; Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Bonifasius Wahyu Pudjianto; Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital, Rizki Amelia; dokter spesialis anak sekaligus ahli tumbuh kembang pediatri sosial Rini Sekartini; serta Direktur Pengembangan Bisnis PT Kimia Farma Apotek, Satria Bakti. Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, yaitu Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra.

Menutup sambutan, Menbud berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dalam menghadirkan ruang bermain yang aman, sehat, dan kaya akan nilai budaya bagi anak-anak Indonesia. Upaya menghidupkan kembali permainan tradisional bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, tangguh, serta memiliki kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan