Konflik Rusia-Ukraina
Invasi Rusia ke Ukraina: PP Muhammadiyah Desak Segera Akhiri Perang
Priyo Setyawan
Kamis, 03 Maret 2022 - 21:30 WIB
Aksi demonstran imbas invasi Rusia ke wilayah Ukraina (foto: Langit7/ iSTock)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah prihatin dengan invasi yang dilakukan Rusia ke wilayah Ukraina. Peperangan tidak hanya menimbulkan kerusakan fasilitas publik dan korban jiwa baik yang meninggal dunia maupun luka-luka.
Ketua Umum Muhammdiyah, Haedar Nashir mengatakan, sebagian korban dari peperangan tersebut adalah masyarakat sipil. Peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah.
“Untuk itu kami mendesak kedua belah pihak untuk dapat melakukan gencatan senjata dan mencoba mencari solusi damai melalui meja perundingan,” kata Ketua Umum Muhammdiyah, Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam (3/3/2022).
Baca juga:INDEF: Meski Kecil, Dampak Perang Rusia-Ukraina Pengaruhi Ekonomi RI
Selain itu PP Muhammadiyah juga mendesak PBB, khususnya Dewan Keamanan, melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri peperangan karena akan menimbulkan masalah yang kompleks baik ekonomi, politik, kemanusiaan, perdamaian global dan masalah-masalah lainnya.
Muhammdiyah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah membuat seruan agar pertempuran diakhiri. Namun pihaknya meminta Pemerintah Indonesia lebih aktif dan proaktif terlibat dalam penyelesaian peperangan Rusia-Ukraina dan berbagai dampak yang ditimbulkannya.
“Muhammdiyah juga mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terpengaruh oleh provokasi dan propaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional. Peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama,” jelasnya.
Ketua Umum Muhammdiyah, Haedar Nashir mengatakan, sebagian korban dari peperangan tersebut adalah masyarakat sipil. Peperangan bukanlah jalan keluar menyelesaikan masalah.
“Untuk itu kami mendesak kedua belah pihak untuk dapat melakukan gencatan senjata dan mencoba mencari solusi damai melalui meja perundingan,” kata Ketua Umum Muhammdiyah, Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam (3/3/2022).
Baca juga:INDEF: Meski Kecil, Dampak Perang Rusia-Ukraina Pengaruhi Ekonomi RI
Selain itu PP Muhammadiyah juga mendesak PBB, khususnya Dewan Keamanan, melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri peperangan karena akan menimbulkan masalah yang kompleks baik ekonomi, politik, kemanusiaan, perdamaian global dan masalah-masalah lainnya.
Muhammdiyah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah membuat seruan agar pertempuran diakhiri. Namun pihaknya meminta Pemerintah Indonesia lebih aktif dan proaktif terlibat dalam penyelesaian peperangan Rusia-Ukraina dan berbagai dampak yang ditimbulkannya.
“Muhammdiyah juga mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam, agar tidak terpengaruh oleh provokasi dan propaganda kedua belah pihak yang berusaha mencari dukungan politik internasional. Peperangan Rusia-Ukraina bukanlah karena masalah agama,” jelasnya.