PLN Operasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Sumatera
Hasanah syakim
Kamis, 03 Maret 2022 - 22:50 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Sumatera (foto: humas PLN)
PT PLN (Persero) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Endikat berkapasitas 3 x 2,67 MW. Pengoperasian PLTMH ini diharapkan bisa menyerap pasokan listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah Sumatera.
General Manager PLN S2JB, Bambang Dwiyanto mengatakan PLTM Endikat dibangun oleh Independent Power Producer (IPP), yakni PT Prasetya Bajra Prima. Dengan beroperasinya PLTMH Endikat dapat menambah porsi energi hijau atau EBT di sistem Sumatera. Saat ini porsi EBT dalam bauran energi Sumatera mencapai 28 persen dan khusus Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu sebesar 11,7 persen.
“Kami berharap PLTMH Endikat dapat beroperasi secara optimal untuk mendukung PLN dalam hal kecukupan daya, khususnya di Kabupaten Lahat dan sekitarnya. Hal ini juga tentu harus dibarengi dengan kelestarian lingkungan sekitar PLTMH agar dapat tetap terjaga sehingga masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat," kata Bambang dalam rilis yang diterima Langit7, Kamis (3/3/2022).
Baca juga:PLN Gandeng PT Sang Hyang Seri Olah Sekam Padi Jadi Bahan Bakar PLTU
Pembangunan proyek PLTMH Endikat ditetapkan dalam RUPTL 2021-2030 sehingga pengoperasiannya menjadi prioritas dalam rangka mendukung energi hijau. Hal ini pun mendapat apresiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Januari lalu saat mengunjungi Kota Pagar Alam.
"Mudah-mudahan dengan beroperasinya PLTMH Endikat ini dapat mendukung sistem kelistrikan yang ada di wilayah kerja S2JB dan pencapaian target EBT dalam RUPTL untuk UIW S2JB sebesar 53,3 MW," ujarnya.
Bambang mengungkapkan, dalam pembangunan PLTMH Endikat terdapat kendala teknis dan juga sosial. Kendati demikian, dengan kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan penandatanganan COD akhirnya dapat dilaksanakan.
General Manager PLN S2JB, Bambang Dwiyanto mengatakan PLTM Endikat dibangun oleh Independent Power Producer (IPP), yakni PT Prasetya Bajra Prima. Dengan beroperasinya PLTMH Endikat dapat menambah porsi energi hijau atau EBT di sistem Sumatera. Saat ini porsi EBT dalam bauran energi Sumatera mencapai 28 persen dan khusus Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu sebesar 11,7 persen.
“Kami berharap PLTMH Endikat dapat beroperasi secara optimal untuk mendukung PLN dalam hal kecukupan daya, khususnya di Kabupaten Lahat dan sekitarnya. Hal ini juga tentu harus dibarengi dengan kelestarian lingkungan sekitar PLTMH agar dapat tetap terjaga sehingga masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat," kata Bambang dalam rilis yang diterima Langit7, Kamis (3/3/2022).
Baca juga:PLN Gandeng PT Sang Hyang Seri Olah Sekam Padi Jadi Bahan Bakar PLTU
Pembangunan proyek PLTMH Endikat ditetapkan dalam RUPTL 2021-2030 sehingga pengoperasiannya menjadi prioritas dalam rangka mendukung energi hijau. Hal ini pun mendapat apresiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Januari lalu saat mengunjungi Kota Pagar Alam.
"Mudah-mudahan dengan beroperasinya PLTMH Endikat ini dapat mendukung sistem kelistrikan yang ada di wilayah kerja S2JB dan pencapaian target EBT dalam RUPTL untuk UIW S2JB sebesar 53,3 MW," ujarnya.
Bambang mengungkapkan, dalam pembangunan PLTMH Endikat terdapat kendala teknis dan juga sosial. Kendati demikian, dengan kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan penandatanganan COD akhirnya dapat dilaksanakan.