Kemenparekraf Luncurkan Program Percepatan Pemulihan Ekonomi
Hasanah syakim
Jum'at, 04 Maret 2022 - 23:55 WIB
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo (foto: kemenparekraf)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meluncurkan program Carbon Footprint Calculator (CFPC) dan Carbon Offsetting guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi serta membuka peluang kerja bagi masyarakat indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengatakan program tersebut sebagai salah satu cara dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang diakibatkan oleh kegiatan pariwisata.
“Kelestarian lingkungan merupakan aset yang paling berharga bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Jika kita ingin mewariskan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata kepada generasi berikutnya, maka kita harus gerak cepat melalui berbagai inovasi dan kolaborasi untuk mewujudkan konsep climate friendly tourism,” ujar Angela secara virtual dikutip Langit7 Jum’at (4/3/2022).
Baca juga:Menparekraf Ajak Industri Pariwisata Beralih ke Digital
Angela mengatakan, mengacu pada hasil riset Nature Climate Change pada 2018, jejak karbon dari industri pariwisata dalam skala global menghasilkan 8 persen dari emisi karbon dunia, terutama dari sektor transportasi, belanja, dan makanan.
“Hal ini tentunya menjadi perhatian kita bersama dan sudah seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab kita, selaku pemangku kepentingan dari sektor pariwisata,” ujarnya.
Dalam pengembangan pariwisata Indonesia pemeritah sudah memiliki rumusan 3P, yakni people, planet, dan prosperity.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo mengatakan program tersebut sebagai salah satu cara dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang diakibatkan oleh kegiatan pariwisata.
“Kelestarian lingkungan merupakan aset yang paling berharga bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Jika kita ingin mewariskan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata kepada generasi berikutnya, maka kita harus gerak cepat melalui berbagai inovasi dan kolaborasi untuk mewujudkan konsep climate friendly tourism,” ujar Angela secara virtual dikutip Langit7 Jum’at (4/3/2022).
Baca juga:Menparekraf Ajak Industri Pariwisata Beralih ke Digital
Angela mengatakan, mengacu pada hasil riset Nature Climate Change pada 2018, jejak karbon dari industri pariwisata dalam skala global menghasilkan 8 persen dari emisi karbon dunia, terutama dari sektor transportasi, belanja, dan makanan.
“Hal ini tentunya menjadi perhatian kita bersama dan sudah seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab kita, selaku pemangku kepentingan dari sektor pariwisata,” ujarnya.
Dalam pengembangan pariwisata Indonesia pemeritah sudah memiliki rumusan 3P, yakni people, planet, dan prosperity.