Mengenal Bekam, Terapi Sunnah Nabi dalam Pandangan Ilmiah
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 05 Maret 2022 - 08:03 WIB
Terapi bekam yang disunnahkan Rasulullah dapat membantu kelancaran peredaran darah. Foto: LANGIT7/iStock
Bekam merupakan pengobatan yang dilakukan dengan cara menggunakan cangkir khusus yang dapat menghasilkan tekanan, sehingga mampu menarik kulit dan mengeluarkan racun atau darah kotor.
Cangkir tersebut biasanya diletakkan di bagian tubuh tertentu, seperti punggung, perut, lengan, bokong, atau kaki.
Direktur Utama Klinik Sehat, dr. Agus Rahmadi, M.Biomed., MA mengatakan dalam dunia kedokteran tidak ada atau tidak dikenal istilah bekam. Dalam konsep kedokteran, bekam ini dianggap sebagai pengobatan alternatif, artinya pengobatan yang penting tidak penting.
Baca juga: Bisa Turunkan Tensi, Pengidap Darah Tinggi Wajib Konsumsi 7 Makanan Ini
"Padahal jika dikaji dalam sisi ilmiah bekam ini sangat luar biasa, ia dapat membantu lancarnya peredaran darah. Misal jantung ini seperti lautan, pembuluh darah besar itu adalah sungai, pembuluh darah lebih kecil itu kali, dan yang lebih kecil lagi kita sebut kapiler itu bisa dibilang selokan. Jadi ada aliran darah dari kali ke got sampai ke laut, sama seperti pembuluh darah ke jantung," ujar dr. Agus Rahmadi, dikutip dari YouTube UmmatTV, Sabtu (5/3/2022).
Daerah-daerah paling kecil di pembuluh darah yang disebut pembuluh darah kapiler itu, tambah dr Agus ternyata merupakan daerah yang banyak terjadi sumbatan-sumbatan. Dan ia kerap kali terjadi di daerah-daerah tepi atau pinggir, salah satunya di daerah organ atau di kulit.
Penulis buku bertajuk "Menjadi Dokter di Rumah Sendiri" ini kemudian menjelaskan, bahwa di kulit banyak pembuluh darah kapiler yang sangat kecil, makanya sering terjadi sumbatan. Hal tersebut lah yang melatar belakangi kenapa indikasi-indikasi medis selalu dilihat dati kulit, misal seperti penyakit hepatitis, bilirubin yang meningkat kulitnya warna kuning dan lainnya.
Cangkir tersebut biasanya diletakkan di bagian tubuh tertentu, seperti punggung, perut, lengan, bokong, atau kaki.
Direktur Utama Klinik Sehat, dr. Agus Rahmadi, M.Biomed., MA mengatakan dalam dunia kedokteran tidak ada atau tidak dikenal istilah bekam. Dalam konsep kedokteran, bekam ini dianggap sebagai pengobatan alternatif, artinya pengobatan yang penting tidak penting.
Baca juga: Bisa Turunkan Tensi, Pengidap Darah Tinggi Wajib Konsumsi 7 Makanan Ini
"Padahal jika dikaji dalam sisi ilmiah bekam ini sangat luar biasa, ia dapat membantu lancarnya peredaran darah. Misal jantung ini seperti lautan, pembuluh darah besar itu adalah sungai, pembuluh darah lebih kecil itu kali, dan yang lebih kecil lagi kita sebut kapiler itu bisa dibilang selokan. Jadi ada aliran darah dari kali ke got sampai ke laut, sama seperti pembuluh darah ke jantung," ujar dr. Agus Rahmadi, dikutip dari YouTube UmmatTV, Sabtu (5/3/2022).
Daerah-daerah paling kecil di pembuluh darah yang disebut pembuluh darah kapiler itu, tambah dr Agus ternyata merupakan daerah yang banyak terjadi sumbatan-sumbatan. Dan ia kerap kali terjadi di daerah-daerah tepi atau pinggir, salah satunya di daerah organ atau di kulit.
Penulis buku bertajuk "Menjadi Dokter di Rumah Sendiri" ini kemudian menjelaskan, bahwa di kulit banyak pembuluh darah kapiler yang sangat kecil, makanya sering terjadi sumbatan. Hal tersebut lah yang melatar belakangi kenapa indikasi-indikasi medis selalu dilihat dati kulit, misal seperti penyakit hepatitis, bilirubin yang meningkat kulitnya warna kuning dan lainnya.