LANGIT7.ID - , Jakarta - Bekam merupakan pengobatan yang dilakukan dengan cara menggunakan cangkir khusus yang dapat menghasilkan tekanan, sehingga mampu menarik kulit dan mengeluarkan racun atau darah kotor.
Cangkir tersebut biasanya diletakkan di bagian tubuh tertentu, seperti punggung, perut, lengan, bokong, atau kaki.
Direktur Utama Klinik Sehat, dr. Agus Rahmadi, M.Biomed., MA mengatakan dalam dunia kedokteran tidak ada atau tidak dikenal istilah bekam. Dalam konsep kedokteran, bekam ini dianggap sebagai pengobatan alternatif, artinya pengobatan yang penting tidak penting.
Baca juga: Bisa Turunkan Tensi, Pengidap Darah Tinggi Wajib Konsumsi 7 Makanan Ini"Padahal jika dikaji dalam sisi ilmiah bekam ini sangat luar biasa, ia dapat membantu lancarnya peredaran darah. Misal jantung ini seperti lautan, pembuluh darah besar itu adalah sungai, pembuluh darah lebih kecil itu kali, dan yang lebih kecil lagi kita sebut kapiler itu bisa dibilang selokan. Jadi ada aliran darah dari kali ke got sampai ke laut, sama seperti pembuluh darah ke jantung," ujar dr. Agus Rahmadi, dikutip dari YouTube UmmatTV, Sabtu (5/3/2022).
Daerah-daerah paling kecil di pembuluh darah yang disebut pembuluh darah kapiler itu, tambah dr Agus ternyata merupakan daerah yang banyak terjadi sumbatan-sumbatan. Dan ia kerap kali terjadi di daerah-daerah tepi atau pinggir, salah satunya di daerah organ atau di kulit.
Penulis buku bertajuk "Menjadi Dokter di Rumah Sendiri" ini kemudian menjelaskan, bahwa di kulit banyak pembuluh darah kapiler yang sangat kecil, makanya sering terjadi sumbatan. Hal tersebut lah yang melatar belakangi kenapa indikasi-indikasi medis selalu dilihat dati kulit, misal seperti penyakit hepatitis, bilirubin yang meningkat kulitnya warna kuning dan lainnya.
"Jadi banyak kulit itu sebagai manifestasi akhir dari sebuah produk metabolisme tubuh. Makanya ia sangat cocok dengan terapi bekam. Proses pembekaman ini kan melibatkan kulit, nah kulit itu di kop terus dilakukan pembekaman dibikin perlukaan dengan harapan darah yang di kop itu tertarik," katanya.
Baca juga: Ilmuwan Turki Kembangkan Pengobatan Baru Lawan Semua Varian Covid-19Karena itu, menurut dr Agus, bekam sangat bagus untuk menghilangkan sumbatan-sumbatan di daerah pembuluh darah tepi.
"Bahasa medisnya itu disebut resistensi vaskular perifer atau tahanan pembuluh darah tepi," ucapnya.
Hal inilah yang menyebabkan kenapa orang-orang yang darah tinggi sangat bagus dengan proses pembekaman karena ujungnya atau sumbatan nya itu bisa dihilangkan atau ditarik.
Meski begitu, teknik bekam ini terbilang unik. Karena daerah-daerah yang dibekam, merupakan daerah yang kerap kali terjadi tersumbat. Daerah tersebut merupakan daerah jarang bergerak, seperti daerah punggung.
Hal tersebutlah yang menyebabkan titik-titik sunnah daerah bekam itu banyak yang di belakang, karena itu daerah yang paling banyak tersumbat.
Baca juga: Humanity Medical Services ACT Tangani Pasien Kanker Darah"Sumbatan yang paling sering terjadi itu karena adanya penumpukan plak di pembuluh darah atau darah-darah tua yang tidak bisa elastis lagi, sehingga ia mengendap di situ. Ukuran darah merah dan pembuluh darah itu lebih besar darah merah, tapi kenapa dia bisa lewat karena dia elastis. Tetapi darah-darah tua itu dia tidak bisa elastis lagi akhirnya dia menempel dan mengalami kemacetan," jelasnya
Makanya kenapa, ucap dr Agus, pengobatan tradisional dari Timur Tengah dan Tiongkok ini disunahkan sebulan sekali karena setiap hari darah mengalami proses tua.
"Sumbatan tersebut menyebabkan darah tidak bisa mengaliri nutrisi menuju sel. Maka timbullah kematian sel, terus kulit kita menjadi jelek, buruk dan lain sebagainya," tutupnya.
(est)