LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Low back pain (LBP) atau
nyeri punggung bawah menjadi salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang.
Penelitian ilmiah di tahun 2021, dalam Pubmed Central, menyebutkan 89 persen orang dewasa di Indonesia dengan rentang usia 30-49 tahun memiliki riwayat LBP dalam 12 bulan.
Artinya, tidak hanya karena faktor penuaan, namun berbagai risiko lainnya dapat menyebabkan
usia produktif dapat mengalami penyakit ini.
Baca juga: Aktivitas Ini Bisa Jadi Pemicu Nyeri Sakit PinggangData Allianz Indonesia selama 2024 menyebutkan bahwa penyakit LBP masuk sebagai salah satu risiko kesehatan yang sering dialami oleh nasabah.
Umumnya penderita akan merasakan
nyeri punggung bawah terasa tidak nyaman,
rasa nyeri, ketegangan, atau kekakuan di area punggung bawah, yaitu antara tulang rusuk terakhir hingga lipatan bokong.
Provider Credentialing & Claim Cashless Medical Advisor Allianz Life Indonesia, dr Maya Wardhani mengatakan rasa nyeri yang timbul disebabkan adanya tekanan pada susunan saraf tepi daerah pinggang atau
saraf terjepit.
Maya menjelaskan ada potensi dampak yang serius dari penyakit ini jika tidak ditangani dengan tepat.
"Apabila gejala penyakit sudah terasa, maka perlu ditangani dengan benar agar tidak membatasi gerak, mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang,” jelas dr. Maya dalam keterangan tertulis, dikutip Ahad (10/8/2025).
Baca juga: Tips Cegah Nyeri Punggung sata Bekerja Duduk Terlalu LamaSaat tidak ditangani dengan benar, nyeri punggung bawah dapat menyebabkan komplikasi menjadi nyeri punggung akut maupun kronis dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, kelemahan otot, perubahan gaya berjalan hingga pincang, gangguan persyarafan yang menyebabkan kelainan pada sistem saraf tubuh hingga fungsi ginjal atau saluran kemih.
Untuk mencegah hal ini terjadi, dr. Maya memberikan beberapa tips pencegahan sedari awal yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Memperbaiki postur tubuh Baik saat duduk, berdiri, atau mengangkat barang, pastikan posisi tubuh tetap sejajar (tegap) dan tidak membebani punggung.
2. Menggunakan teknik mengangkat beban yang benarSaat mengangkat barang, sebaiknya menekuk lutut, menjaga punggung tetap lurus, dan menghindari membungkuk secara tiba-tiba.
3. Aktif bergerakLatihan seperti yoga, pilates, atau berenang bisa memperkuat otot punggung dan perut. Sebaiknya menghindari duduk terlalu lama tanpa jeda. Luangkan beberapa menit untuk meregangkan tubuh.
4. Menjaga berat badan dan mengonsumsi makanan bergiziBerat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada punggung bawah. Oleh sebab itu, tetaplah jaga berat badan yang seimbang dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Baca juga: Waspada Nyeri Tengkuk Akibat Serig Menatap Layar GawaiPola makan yang kaya akan kalsium, vitamin D, dan rendah lemak bisa membantu menjaga kesehatan tulang dan mencegah keropos.
(est)