Tak Hanya Berfungsi sebagai Penyekat, Material Kaca Tambah Nilai Estetika Hunian
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 07 Maret 2022 - 13:08 WIB
Ilustrasi rumah tinggal dengan dinding dari material kaca. Foto: LANGIT7/iStock
Kaca merupakan salah satu material yang biasa digunakan dalam pembuatan bangunan, seperti rumah, pusat perbelanjaan atau kantor. Material ini umumnya digunakan sebagai pembatas antara ruangan.
Tujuan dari penggunaan kaca adalah untuk memperluas ruangan asli. Namun, selain itu material kaca juga bisa digunakan sebagai estetika sebuah hunian.
"Sebenarnya arsitektur itu tidak hanya berbicara tentang rumah sebagai fungsi hunian tetapi juga sebagai estetika, sebagai sarana seni. Nah, itulah kenapa kaca menjadi salah satu elemen dan komponen utama dalam proses estetika arsitektural," kata Komisaris Folk and Space Architecture Design Studio (FASAD), Ipunk Baik kepada Langit7, Minggu (6/3/2022).
Baca juga: 8 Renovasi yang Wajib Dilakukan Orang Tua Baru Menyambut Sang Buah Hati
Jadi sebenarnya, tambah Ipunk, material rumah bisa berganti apa saja, baik kaca, kayu atau apapun itu. Material disesuaikan dengan kebutuhan dan konsep rumah itu sendiri.
Menurut dia, untuk kondisi saat ini kaca digunakan khusus untuk proses pembuatan dinding bagi ruang-ruang yang membutuhkan privasi lebih sedikit. Misalnya, ruang keluarga biasa menggunakan kaca karena itu tidak terlalu privasi. Hanya saja, untuk kamar tidur material ini tidak bisa digunakan lantaran terkait dengan privasi penghuninya.
"Untuk kekuatan sendiri, sebenarnya bermacam-macam jenisnya ada kaca dengan kekuatan yang paling kecil dan yang paling besar. Kaca dengan kekuatan besar ada namanya kaca temper, kalau ke mall terus kita bisa berdiri diatas kaca itu namanya kaca temper dengan ketebalan tinggi. Untuk kaca sendiri semakin kuat kacanya di akan semakin mahal," ujarnya.
Tujuan dari penggunaan kaca adalah untuk memperluas ruangan asli. Namun, selain itu material kaca juga bisa digunakan sebagai estetika sebuah hunian.
"Sebenarnya arsitektur itu tidak hanya berbicara tentang rumah sebagai fungsi hunian tetapi juga sebagai estetika, sebagai sarana seni. Nah, itulah kenapa kaca menjadi salah satu elemen dan komponen utama dalam proses estetika arsitektural," kata Komisaris Folk and Space Architecture Design Studio (FASAD), Ipunk Baik kepada Langit7, Minggu (6/3/2022).
Baca juga: 8 Renovasi yang Wajib Dilakukan Orang Tua Baru Menyambut Sang Buah Hati
Jadi sebenarnya, tambah Ipunk, material rumah bisa berganti apa saja, baik kaca, kayu atau apapun itu. Material disesuaikan dengan kebutuhan dan konsep rumah itu sendiri.
Menurut dia, untuk kondisi saat ini kaca digunakan khusus untuk proses pembuatan dinding bagi ruang-ruang yang membutuhkan privasi lebih sedikit. Misalnya, ruang keluarga biasa menggunakan kaca karena itu tidak terlalu privasi. Hanya saja, untuk kamar tidur material ini tidak bisa digunakan lantaran terkait dengan privasi penghuninya.
"Untuk kekuatan sendiri, sebenarnya bermacam-macam jenisnya ada kaca dengan kekuatan yang paling kecil dan yang paling besar. Kaca dengan kekuatan besar ada namanya kaca temper, kalau ke mall terus kita bisa berdiri diatas kaca itu namanya kaca temper dengan ketebalan tinggi. Untuk kaca sendiri semakin kuat kacanya di akan semakin mahal," ujarnya.