Setelah Rasulullah Wafat, Apakah Pintu Wahyu Masih Terbuka?
Fajar adhitya
Selasa, 27 Juli 2021 - 16:45 WIB
Ilustrasi kitab suci Al-Quran. (Foto: Antara).
Allah subhanahu wata ala menurunkan wahyu kepada Rasulullah shallahu alaihi wasallam melalui perantara malaikat Jibril secara berangsur-angsur. Lalu apakah wahyu masih terbuka setalah Nabi Muhammad wafat 1.300-an tahun silam?
Dalam kitab al-bayan fii ulum Al-Quran karya KH Aceng Zakaria halaman 32 dijelaskan, wahyu secara etimologi (bahasa) artinya pengetahuan yang tersembunyi. Sementara secara terminologi (istilah) wahyu adalah pengetahuan Allah kepada nabi-nabi terkait hukum syara.
Menurut Muhammad Abduh dalam kitab Risalatut Tauhid, wahyu adalah pengetahuan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan yakin bahwa pengetahuan itu datangnya dari Allah, baik melalui perantara maupun tidak dengan perantara.
Dalam kitab Risalatut Tauhid karangan Syekh Muhammad Abduh, halaman 108 dikatakan, pintu wahyu telah tertutup sejak berakhirnya tugas kenabian yaitu setelah Nabi Muhammad SAW diutus. Berbeda dengan pintu ilham selalu terbuka selagi ada manusia dan berlaku sepanjang masa.
Pernyataan Syekh Abduh selaras dengan ayat terakhir turun yang dibacakan tatkala Rasulullah bersama para sahabat melaksanakan haji Wada (haji perpisahan). Di mana Rasulullah menyampaikan keparipurnaan Islam sebagai sebuah ad-Din dan misi beliau sebagai Rasul telah selesai:
ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah [5]: 3).
Dalam kitab al-bayan fii ulum Al-Quran karya KH Aceng Zakaria halaman 32 dijelaskan, wahyu secara etimologi (bahasa) artinya pengetahuan yang tersembunyi. Sementara secara terminologi (istilah) wahyu adalah pengetahuan Allah kepada nabi-nabi terkait hukum syara.
Menurut Muhammad Abduh dalam kitab Risalatut Tauhid, wahyu adalah pengetahuan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan yakin bahwa pengetahuan itu datangnya dari Allah, baik melalui perantara maupun tidak dengan perantara.
Dalam kitab Risalatut Tauhid karangan Syekh Muhammad Abduh, halaman 108 dikatakan, pintu wahyu telah tertutup sejak berakhirnya tugas kenabian yaitu setelah Nabi Muhammad SAW diutus. Berbeda dengan pintu ilham selalu terbuka selagi ada manusia dan berlaku sepanjang masa.
Pernyataan Syekh Abduh selaras dengan ayat terakhir turun yang dibacakan tatkala Rasulullah bersama para sahabat melaksanakan haji Wada (haji perpisahan). Di mana Rasulullah menyampaikan keparipurnaan Islam sebagai sebuah ad-Din dan misi beliau sebagai Rasul telah selesai:
ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah [5]: 3).