Berkualitas Tinggi, Ini Perbedaan Daging Sapi Australia dan Indonesia
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 09 Maret 2022 - 13:35 WIB
Daging sapi Australia memiliki kualitas yang tinggi. Foto: The Great Escape
Australia merupakan negara yang terkenal sebagai produsen daging sapi berkualitas tinggi. Sapi Australia kini telah tersebar hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Salah satu faktor kenapa daging sapi Australia memiliki kualitas tinggi karena letak geografis dan sistem industri dagingnya yang maju.
Business Development Manager MLA (Meat & Livestock Australia) Indonesia, Christian Haryanto mengatakan hal tersebut relatif dan hanya bisa dinilai langsung oleh konsumen. Namun, jika dilihat dari perawatan sapi Australia dan Indonesia jelas berbeda.
Baca juga: Waspadai Daging Haram, Ini Konsep Makanan Halal sesuai Syariat
"Tapi kalau dilihat dari perbedaannya, bisa dilihat dari mulai mereka memberikan makan. Mungkin kalau sapi lokal diberikan makan rumput-rumputan saja. Kalau sapi Australia itu diberi makan rumput tapi ada juga diberi makan biji-biji'an," ucap Haryanto dalam acara temu media "The Great Steak Escape, yang diselenggarakan oleh True Aussie Beef & Lamb, di Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Menurut Haryanto, pemberian makan sapi Australia biasanya dimulai dari 75 hari sampai dengan 350 hari. Setelahnya, akan membentuk marbling atau bintik-bintik putih dan garis-garis lemak di dalam bagian daging sapi tersebut.
Tidak sampai disitu, Haryanto juga berkata pola peternakan Indonesia dengan Australia juga berbeda. Dan hal tersebut tentu sangat berpengaruh dengan kualitas daging yang dihasilkan.
"Dan juga perbedaannya dapat terlihat dari sistem peternakannya, kalau di Australia sapi-sapinya mungkin dipelihara memang untuk dipotong. Kalau di Indonesia kebanyakan sapi dipelihara untuk bekerja, mulai dari bajak sawah dan lainnya. Hal tersebut akan menyebabkan karakteristik dari daging sapi tersebut nantinya akan berbeda," pungkasnya.
Business Development Manager MLA (Meat & Livestock Australia) Indonesia, Christian Haryanto mengatakan hal tersebut relatif dan hanya bisa dinilai langsung oleh konsumen. Namun, jika dilihat dari perawatan sapi Australia dan Indonesia jelas berbeda.
Baca juga: Waspadai Daging Haram, Ini Konsep Makanan Halal sesuai Syariat
"Tapi kalau dilihat dari perbedaannya, bisa dilihat dari mulai mereka memberikan makan. Mungkin kalau sapi lokal diberikan makan rumput-rumputan saja. Kalau sapi Australia itu diberi makan rumput tapi ada juga diberi makan biji-biji'an," ucap Haryanto dalam acara temu media "The Great Steak Escape, yang diselenggarakan oleh True Aussie Beef & Lamb, di Jakarta, Selasa (8/3/2022).
Menurut Haryanto, pemberian makan sapi Australia biasanya dimulai dari 75 hari sampai dengan 350 hari. Setelahnya, akan membentuk marbling atau bintik-bintik putih dan garis-garis lemak di dalam bagian daging sapi tersebut.
Tidak sampai disitu, Haryanto juga berkata pola peternakan Indonesia dengan Australia juga berbeda. Dan hal tersebut tentu sangat berpengaruh dengan kualitas daging yang dihasilkan.
"Dan juga perbedaannya dapat terlihat dari sistem peternakannya, kalau di Australia sapi-sapinya mungkin dipelihara memang untuk dipotong. Kalau di Indonesia kebanyakan sapi dipelihara untuk bekerja, mulai dari bajak sawah dan lainnya. Hal tersebut akan menyebabkan karakteristik dari daging sapi tersebut nantinya akan berbeda," pungkasnya.